DKV UNPAS Bandung: kampanye

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Tampilkan postingan dengan label kampanye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampanye. Tampilkan semua postingan
 
Para pemilik produk yang ingin memasarkan produknya, akan berusaha sekuat mungkin untuk menyebarkan informasi tentang produk yang mereka miliki kepada khalayak luas, agar produk tersebut memiliki kesempatan yang potensial untuk terjual, sampai menghasilkan keuntungan berkali-kalilipat.

Begitulah awalnya sebuah iklan, dimulai dari sebuah cerita yang disebarkan dari mulut ke mulut, dengan cara bercerita bak seorang pendongeng keliling.  Sampai detik ini pendongeng keliling ini telah bertransformasi menjadi berbagai macam bentuk. Dari hanya sekedar teks kecil di area iklan baris sebuah koran, sampai teks, gambar, animasi dan musik yang terangkai  dan terintegrasi serta interaktif dalam sebuah layar kecil pada smartphone Anda.

Setiap muncul sebuah media komunikasi baru, maka akan lahir pula iklan untuk media tersebut. Media cetak, maka ada juga iklan cetak, media radio, maka ada iklan radio, media televisi, maka ada iklan televisi, media internet, maka??? iklan internetkah?? atau media digital?

Media digital yang terkoneksilah yang bisa merangkum semua media sebelumnya, maka akan ada satu paket iklan dalam berbagai bentuk dan varian dalam satu media.

Perkembangan dunia digital yang semakin merangsek masuk kedalam area privasi individu, terutama pada Handphone atau Smartphone, membuat jangkauan iklan menjadi begitu luas, sehingga target audien iklan (termasuk kita) akan hampir dipastikan melihat iklan dalam kehidupan kesehariannya.

Keinginan yang besar dari para pemilik produk untuk mendapakan keuntungan dari penjualan produknya telah melahirkan kombinasi komunikasi yang super kompleks dan canggih.

Sebuah iklan yang berhasil bahkan bisa melahirkan sebuah kebudayaan yang baru.
Sebuah Iklan menjadi realitas, dan realitas tinggal cerita.


Obama Advertising Campaign

at 9/01/2011 , , View Comments

Obama "Change we can believe in" poster!
Flickr.com
Kampanye calon presiden Barrack Obama (waktu itu masih calon) memang salah satu kampanye politik tersukses. Pemanfaatan teknologi, dan pemilihan strategi yang tepat, telah membawa Barrack Obama -seorang keturunan Afro-Amerika- menjadi orang nomor satu di negara adikuasa itu.

Menurut presentasi di bawah ini, kampanye Obama dibangun berdasarkan model kampanye hirarki efek, yang sudah cukup dikenal luas. Teori dasarnya terdiri dari sekuen atau tahapan pengalaman psikologis yang seharusnya dialami konsumen, ketika menerima informasi melalui sebuah kampanye.

Urutan pengalaman yang dibuat untuk kampanye ini adalah: Awareness, Interest, Preference, Conviction, Action, dan Satisfaction.  Awareness yang ingin dibangun adalah pesan tentang Obama sebagai Hope, harapan baru bangsa Amerika dalam situasi krisis mereka saat itu. Interest dibangun melalui pesan Changed We Need, yang kira-kira menyatakan bahwa Obama akan membawa perubahan yang dibutuhkan Amerika.

Preference dibentuk dengan pesan Stand for Change, yang dibuatkan menjadi lagu kampanyenya. Lagunya masih bisa dilihat di Youtube, We Stand for Change. Tahap selanjutnya, Conviction dibangun   dengan pesan Yes, We Can. Sampai tahap ini, pesan-pesan kampanye seharusnya membuat khalayak lebih yakin bahwa Obama-lah orang yang dapat membawa perubahan bagi Amerika.

Action yang diharapkan kemudian adalah, Change we can believe in. Pada tahap ini, aksi yang dimaksud baru pada tahap mengubah kepercayaan, keyakinan terhadap subyek kampanye, Obama. Karena ini adalah kampanye pemilu presiden, aksi yang diharapkan pada akhirnya adalah masyarakat memilih Barrack Obama sebagai presiden AS berikutnya. Dan akhirnya, memang Obama menang.

Tahap terakhir, adalah Satisfaction. Pesan kepuasan yang ditawarkan dalam kampanye ini adalah Change has come to Amerika.  Dengan memilih Obama, masyarakat digiring pada perasaan seolah-olah perubahan itu sudah datang. Padahal ini baru pada tahap memilih. Tapi, itulah cara kerja 'iklan'. Faktanya, kampanye ini sukses mendudukkan Obama menjadi Presiden AS, periode 2008-2012. Saat ini, ia sudah mulai menjalani kampanyenya untuk naik lagi pada pemilihan tahun 2012.




Berbagai Jenis Dasar Logo

at 3/26/2010 , , View Comments


Logo, atau Logotype, berasal dari kata logo, type (Merriam-Webster Dictionary), merupakan sebuah huruf atau sebuah plat yang dicetakkan yang memiliki makna, yang biasa dipergunakan sebagai nama surat kabar atau lambang (1816).

Logotype merupakan bentuk ekspresi dan bentuk visual dari konsepsi perusahaan, produk, organisasi maupun institusi. Logotype merupakan lambang visual, yang memiliki bentuk yang berasal dari filosofi organisasi yang bersangkutan. Selain itu logotype biasanya menggunakan elemen bentuk yang memiliki filosofi khusus, misalnya lingkaran sebagai simbol persatuan, daun sebagai simbol pemerintahan, dan lain sebagainya.

Dalam perkembangannya, logo mengalami deformasi bentuk mulai dari bentuk-bentuk logo yang rumit hingga menjadi sebuah bentuk yang sederhana dan mudah diingat. Pelbagai pilihan elemen-pun ikut bertambah, mulai dari penggunaan inisial, nama perusahaan, monogram maupun pictogram. Seiring dengan perkembangan dunia periklanan, peran logo menjadi amat penting terutama dalam pembuatan strategi branding sebuah produk. Fungsi identitas contoh jenis logomerupakan ukuran sebuah logotype, dengan hanya melihat logo seseorang akan ingat, tertarik, lalu membeli. Dari fungsi ini, logo kemudian menjadi ukuran sebuah citra, baik citra sebuah produk, perusahaan maupun organisasi.

Jenis dan Tipe Logo
Pada masa awal perkembangannya, pembagian jenis logo tidaklah serumit sekarang. Mula-mula logo hanya berupa bentuk yang tak terucapkan seperti gambar, yang dibuat oleh perajin untuk lambang kerajaan.

Seiring dengan berkembangnya jaman, logo tidak hanya digunakan untuk kepentingan kerajaan saja, melainkan untuk memberi tanda pada barang-barang yang dijual di pasar. Pembagian jenis logo secara sederhana terbagi atas dua bagian yaitu Word Marks atau Brand Name yaitu logo yang tersusun dari bentuk terucapkan, serta Device Marks atau Brand Mark yang tersusun dari bentuk tak terucapkan. Bisa pula logo terdiri atas keduanya, yang merupakan kombinasi dari brand name dan brand mark.

Sebagai contoh untuk brandname adalah logo Sony yang hanya tersusun dari kata sony, dan Shell logo untuk brand mark yang tersusun dari gambar kerang. Sedangkan paduan keduanya adalah seperti logo rokok Djarum, yang terdiri dari tulisan Djarum dan gambar jarum.

Kemudian dengan semakin bertambahnya jumlah produk di pasar, serta semakin kompleksnya karakteristik pasar muncul berbagai jenis logo, yang pada dasarnya merupakan paduan dari dua jenis logo di atas. Berikut kami sajikan beberapa jenis logo, yang penggolongannya berdasarkan pendapat John Murphy dan Michael Rowe* :

1. Name - Only Logo
2. Name/Symbol Logo
3. Initial Letter Logo
4. name only logosPictorial Name Logo
5. Associative Logo
6. Allusive Logo
7. Abstract Logo

* Murphy, John and Michael Rowe. How to Design Trademarks and Logos. Ohio : North Light Book, 1998.

Name Only Logo
Adalah logo yang diambil dari sebuah nama, dengan menggunakan gaya grafis khusus. Logo jenis ini memberi ketegasan dan pesan langsung kepada konsumen. Contoh logo jenis ini seperti pada produk sandang karya perancang ternama Yves Saint Laurent, produk elektronik Sony, Toshiba, Panasonic, produk kamera Nikon, Leica, Yashica, peralatan fotokopi Xerox, dan lain-lain.

Name/Symbol Logo
Yaitu logo yang terdiri dari nama perusahaan atau produk dengan gaya tipografis yang berkarakter kuat, tersusun atas bentuk-bentuk grafis seperti oval, lingkaran atau kotak. Sebagai contoh adalah logo Ford, Du Pont, Hertz dan banyak lagi. Kelebihan jenis logo ini adalah pada bentuknya yang ringkas dan fleksibel karena jenis logo seperti ini mampu berdiri sendiri.

Initial Letter Logo
Yaitu logo yang menggunakan huruf awal (inisial) dari nama produk atau perusahaan dan menjadikannya sebagai elemen utama dari logo tersebut. Logo jenis ini terkadang menunjukkan gabungan nama pemilik perusahaan seperti logo produsen hardware komputer Hewlett-Packard. Selain contoh diatas banyak contoh lain seperti logo Bank BCA, IBM, RCTI, dan lainnya.

Pictorial Names Logo
Adalah logo yang menggunakan nama produk atau organisasi sebagai komponen penting dari gaya logo, yang secara keseluruhan logo ini memiliki gaya yang sangat khusus. Perusahaan yang menggunakan logo jenis ini, biasanya adalah perusahaan yang sudah terkenal, seperti Coca Cola, Kodak, McDonald, Rolls Royce dan lain sebagainya. Karena kuatnya image perusahaan/produk yang memakai logo ini, maka bila terjadi peniruan logo tersebut oleh produk atau perusahaan lain maka citra yang dihasilkannya tetap mengarah pada produk atau pictorial name logoperusahaan yang ditiru.

Associative Logo
Yaitu logo yang berdiri bebas yang biasanya tidak memuat nama produk atau perusahaan, tetapi memiliki asosiasi langsung dengan nama, produk atau wilayah aktifitasnya. Sebagai contoh logo perusahaan pembuat pesawat terbang Aerospatiale, logonya terdiri dari kalimat Aerospatiale yang membentuk bola planet yang dengan jelas memperlihatkan jangkauan aktifitasnya yakni penerbangan, logo perusahaan minyak Shell yang menunjukkan gambar kerang sebagai asosiasi dari fosil penghasil minyak, kemudian logo 20th Century Fox, yang menggambarkan gemerlap dan megahnya dunia perfilman dan masih banyak lagi. Jenis logo seperti ini mempunyai daya tarik kuat dan mudah untuk dipahami.


Allusive Logo
Yang dimaksud dengan allusive logo adalah logo yang bersifat kiasan, seperti logo Mercedes Benz yang terdiri dari bentuk bintang segitiga yang merupakan representasi dari sistem kemudi mobil, bentuk A pada perusahaan penerbangan Alitalia yang dideformasikan dari bentuk ekor pesawat yang berfungsi sebagai penyeimbang. Logo jenis ini memiliki hubungan yang tidak langsung antara nama dengan logonya sehingga logo jenis ini sulit untuk dipahami, dan memerlukan waktu lebih agar seseorang bisa memahami apa maksud dari logo yang bersangkutan.


Abstract Logo
Yang dimaksud dengan logo jenis ini adalah logo yang dapat menimbulkan beraneka kesan, yang dipengaruhi oleh daya pemahaman konsumen. Ini terjadi karena bentuk visual logo ini sangat abstrak. Diantaranya mengambil suatu bentuk struktural yang dikreasikan dengan efek optis yang bervariasi. Sebagai contoh adalah logo Citroen. Logo jenis ini sangat disukai di Amerika, karena logo jenis ini mampu dibuat dengan bermacam variasi dan sangat orisinil sehingga terjadinya kemiripan sebuah logo dengan logo yang lainnya akibat dari banyaknya produk dan perusahaan yang tumbuh di Amerika bisa dihindari.

Bentuk logo abstrak yang ada di Indonesia adalah seperti logo Bakrie Brothers. Abstract logo pertama kali digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar Jepang, yang kemudian perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kesuksesan di negara barat, sehingga menjadi ide baru bagi perkembangan logo di dunia barat. Logo jenis ini sekarang menjadi standar disain logo kontemporer. Kelemahan dari jenis logo ini adalah bentuknya yang abstrak, sehingga sukar dipahami oleh konsumen serta tidak memiliki pengertian yang benar-benar tepat seperti apa yang diinginkan

Elemen Estetis Pembentuk Logo
Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan. Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy:

The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.
- Murphy, John and Michael Rowe. How to Design Trademarks and Logos. Ohio: North Light Book, 1998.

Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika disain.

*Diolah dari berbagai sumber. Foto-foto didapat dari browsing di Google. Untuk tips membuat logo, coba download dokumen di tautan ini atau yang ini.

Pepsi Cowboy TV Ads

at 10/14/2009 , View Comments




David Beckham jadi cowboy.  Heuheuheu... aneh memang, tapi itulah iklan. Berseragam Manchester United terbungkus coat khas cowboy, atlet selebritis satu ini 'duel' dengan kiper Real Medrid, Iker Casilas. Sialnya... yang nendang ternyata... Heuheuheu... tonton aja sendiri yaah...

Get Out the Vote 2008

at 11/07/2008 , View Comments

Pemilu memang menginspirasi banyak pihak. Tak mau kalah, AIGA juga mengadakan pameran poster-poster bertemakan VOTE, untuk mendorong partisipasi para pemilih pada saat pemilu presiden yang lalu. Di sini Anda bisa dapatkan karya-karya poster yang sudah diseleksi AIGA, dari 300-an karya, ada 24 karya yang kemudian digandakan untuk dijadikan merchandise. Simak saja di sini.
Reblog this post [with Zemanta]

Iklan Politik dan Politik Iklan

at 11/03/2008 , , View Comments




Masa kampanye, iklan-iklan politik berjubel di media. Di tivi, di koran, di internet, di jalan-jalan, semua dipenuhi iklan-iklan politik. Di antara iklan-iklan itu, entah mana yang jujur, dan mana yang tidak. Sulit dipercaya, ruang publik kita dipenuhi dengan jargon-jargon yang seringkali berlebihan, tidak masuk akal, dan keterlaluan.

Memangnya pemirsa ini orang-orang bodoh? Iklan-iklan ini seringkali mempolitisir isu tertentu untuk kepentingannya. Naiknya harga BBM, dijadikan isu iklan salah satu kandidat capres, untuk menyerang kandidat yang lain. Posisi di sebuah lembaga yang tak ada urusannya dengan politik, dibawa-bawa ke dalam isu yang diarahkan salah satu capres sebagai modal kampanye. Uhm... Kemana para pengawas etika periklanan kita?

Kalau PKS, lebih nekad lagi. Menempatkan Soeharto sebagai salah satu pahlawan, sejajar dengan Soekarno, Soedirman, Ahmad Dahlan, dll. Ini ada apa ya? Bukankah Soeharto belum resmi diberi gelar Pahlawan? Ini salah satu politisasi iklan yang 'agak parah'. PKS sedang bunuh diri? Atau mau merebut simpatisan Soeharto dari Golkar?


Artikel lain yang berhubungan:

Posters for Obama

at 10/08/2008 , , View Comments

http://designforobama.org/

http://www.30reasons.org

Keren. Designer-designer Amerika yang pro-Obama berkumpul di web dan menciptakan poster-poster yang mendukung Obama. Ada dua web yang melakukan hal ini, bahkan di web 30reasons.org, Milton Glaser ikut menyumbang poster. Di sini kalian bisa daftar via email, dan akan dikirimi poster-poster yang masuk, sampai nanti pas hari pemilihan 4 November 2008. Kalau web satu lagi, di designforobama.org. Disini juga banyak poster-poster pendukung Obama. Silakan dinikmati.


Reblog this post [with Zemanta]

I'm a PC: Gue PC

at 9/24/2008 , View Comments

Image representing Bill Gates as depicted in C...Image via CrunchBase
Tahun 2008, Microsoft meluncurkan kampanye baru. Judulnya I'm a PC. Ingat iklan Mac yang khas, "I'm a Mac and I'm a PC"? Ini kayaknya versi Microsoft untuk 'melawan' iklan itu. Sementara tema besar yang diusungnya adalah "Life Without a Wall".

Sesuai konteksnya, Microsoft ingin menyampaikan bahwa jutaan orang di dunia, lebih banyak yang menggunakan PC daripada Mac. Mulai dari pebisinis rumahan, superstar, dari berbagai penjuru dunia, bahkan Bill Gates sendiri, tampil dalam iklan ini. Kabarnya kampanye baru ini menghabiskan 300 juta dollar. Uhm... keren gak sih?

Michael Arrington melalui blog TechCrunch.com menulis, kampanye kali ini cukup lumayan, karena berhasil melabrak stereotype yang dihembuskan oleh iklan-iklan Mac selama ini. Dalam iklan-iklan Mac, selalu ditunjukkan bahwa pengguna Mac adalah orang-orang keren, sementara pengguna PC adalah  orang-orang culun. Ini tampak jelas dari kostum yang dipakai masing-masing tokoh dalam serial iklan Get a Mac.

Ini komentar sebuah blog mengenai iklan baru Microsoft ini:
Great “stereotype” wink at the start of each one. The best part isn’t that the ads are good and that they work for all the reasons mentioned above (and they do). No, the best part is the way they effectively kill Apple’s Mac vs. PC ads: The diversity of PC users is so overwhelming compared to the kid from the Mac ads that once you’ve watched them and go back to Apple’s campaign, the only stereotype left is the Mac guy. There’s a much bigger world out there, Apple, and it belongs to us PCs.



Mac tentu tidak tinggal diam dengan serangkaian iklan yang diluncurkan Microsoft ini. Dalam sebuah iklannya, Mac menyindir Microsoft yang menghabiskan lebih banyak uang untuk iklan daripada pengembangan software-nya. Di adegan iklan itu, tokoh PC menyadari kalau budget pengembangan tidak akan efektif, tetapi bukannya memindahkan budget untuk pengembangan, ia malah memindahkan semua budget untuk Iklan! Berikut adalah iklan dari Mac:



Sebelum versi I'm a PC ini, kabarnya Microsoft meluncurkan 2 versi iklan yang 'agak aneh', menampilkan Bill Gates dan komedian terkenal, Jerry Seinfeld. 2 seri iklan itu katanya payah sekali, sampai-sampai harus 'ditarik'. Tapi ada juga yang berkomentar itu sudah menjadi bagian dari strategi Microsoft. Ah, mana yang bener? 300 juta dollar nih! Ini yang versi satu, dan ini yang kedua.

Berdasarkan berita di New York Times, dua iklan pendahulu itu memang diarahkan sebagai teaser, untuk memancing diskusi dan perdebatan, karena tiga iklan sesungguhnya, yang katanya hanya tayang dua buah, adalah iklan sebenarnya yang dimaksud oleh Microsoft dalam kampanye baru ini.

Teknik memanfaatkan kelemahan menjadi kelebihan ini, dirancang oleh Crispin Porter & Bogusky, sebuah biro iklan yang juga pernah menangani Burger King melalui masa-masa sulit mereka. Mereka memang paling pintar memanfaatkan budaya populer sebagai senjata dalam membangun opini. Trying to gain more firepower for ads by generating talk in the popular culture is another tactic of Crispin Porter’s, tulis New York Times.

Yang menarik, muncul gosip bahwa iklan I'm a PC versi web, ternyata dibuat menggunakan Mac! Seorang pengguna Flickr mendapati metadata dari file iklan Microsoft itu ternyata berasal dari Mac!  Setelah beberapa waktu, diperiksa kembali dan metadata file tersebut sudah diubah. Ini mengakibatkan ukuran file yang tadinya hanya 200-an kb, menjadi 800-an kb! Huehehe... Ada ada aja dah... :D

Belajar dari Kampanye AXE Indonesia

at 9/08/2008 , View Comments












Belajar dari kampanye AXE, oleh Andi S. Boediman bersama tim. Dalam blog tersebut, Andi S. Boediman (ASB) bercerita tentang bagaimana proses mereka dalam mencari jawaban atas tantangan yang disodorkan dalam kasus AXE Indonesia. Tantangan pertama adalah,
"You know, women flocking to men. Hmmm, is this what we have in Indonesia? I don't think so. We are moslem country. And most of the user are regular male."
Ya. Indonesia punya keunikan sendiri dalam hal hubungan pria-wanita. Sedikit malu-malu, tetap ada mitos tabu buat perempuan untuk mengungkapkan lebih dulu, dst. Tantangan ini yang kemudian dieksplorasi oleh tim ASB, dan menghasilkan jawaban yang luar biasa pula. Tantangan berikutnya,

They ask their mom to buy (deodorant) for them. And they don't admit that they use deodorant. They feel it's their problem, not others. It's common for women to use deodorant, not for men. Wow, what a shame! Then how we solve this problem?

Buat sebagian besar pria (remaja-dewasa), membeli deodorant adalah ranahnya perempuan. Maka tak heran jika banyak pria yang enggan belanja sendiri ke toko/supermarket untuk mencari deodorant buat mereka. Perilaku unik lainnya, pria di Indonesia cenderung pemalu di depan wanita. Ada persoalan percaya diri yang menghambat mereka.

Gagaasan besar yang lahir kemudian, lebih diinspirasi oleh ritual para wanita sebelum bertemu pria idamannya. Hampir semua wanita suka bersolek, dan tidak saja untuk pasangannya. Intinya adalah wanita-wanita ini sangat peduli atas penampilan mereka, karena alasan kepercayaan diri, sehingga terkadang membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk melengkapi ritual kecantikan mereka.

Dari sinilah, konsep "Make Axe the vehicle for guys to get KNOWN to girls" ini lahir. Para pria pemalu itu, disodori gagasan ritual bersolek, agar bisa lebih percaya diri di depan wanita. Kalau biasanya para pria sisiran saja sudah cukup, gagasan ini mau melengkapi ritualnya menjadi, style your hair, spray your body and get the girl!

Selengkapnya dapat disimak dari blog-nya Andi S. Boediman, Ideonomics. Di sini juga ada materi presentasinya.

Logo-pun dijadikan Gimmick

at 5/20/2008 , , View Comments

copyright by logobama.com
Kampanye Barack Obama, memang luar biasa. Selain sangat serius dengan media-media non-tradisional, tim nya juga bikin satu web unik. Anda bisa membuat logo seperti logonya Barack Obama yang bermakna perubahan itu. Tinggal klik sana sini, jadilah! Edan.

Some Great Ads!

at 5/14/2008 , View Comments

 

Great Ads - Get more documents

Mac vs PC di Youtube

at 4/28/2008 , , View Comments



Kumpulan iklan-iklan Mac vs PC. Enjoy..!

Blog tentang Kampanye Sosial

at 2/05/2008 , , View Comments



Iseng browsing, nemu blog menarik soal kampanye sosial. jarang-jarang blog berbahasa indonesia yang membahas soal beginian. Apalagi topiknya Kampanye Sosial. Berikut kutipan dari pengantar blog-nya:

Kampanye, Inisiatif Komunikasi Sosial. Blog ini didedikasikan bagi inisiatif dan kampanye sosial yang menggunakan pendekatan komunikasi dan teknologi informasi. Di dalamnya di tampilkan sejumlah iklan layanan masyarakat dengan menggunakan media dan pendekatan baru. Pesan-pesan sosial yang disampaikan di dalamnya di rancang, di tata dan di sampaikan oleh sejumlah lembaga nirlaba untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Inilah apa yang disebut sebagai Pemasaran Sosial, atau Social Marketing.
Pemasaran sosial, mempunyai kekuatan luar biasa yang dapat membuat kita berhenti, berpikir dan bertindak untuk membantu orang, atau sekelompok orang, yang bahkan tak kita kenal, bisa jadi berasal dari budaya asing, dan tinggal ratusan kilo jauhnya. Dan untuk alasan itulah kami menampilkan iklan-iklan semacam ini, mempelajarinya, dan mendiskusikannya secara mendalam
Ada persoalan sosial marketing, yang bakal menarik untuk dibahas lebih lanjut. Silakan kunjungi blognya, http://www.kampanye.org/ (dead link). Sayang, blog ini sudah mati.

UPDATE: Baru saja saya periksa, link-nya mati. Entah kenapa. Tapi nemu blog lain yang mirip-mirip, coba aja tengok http://kampanye.wordpress.com/. Coba juga http://www.socialdesignsite.com/. Social Design Site merupakan web yang didedikasikan untuk menyebarluaskan gagasan desain sosial (social design). Dalam Misi mereka, tercantum kalimat berikut:

The first purpose of SocialDesignSite is to create awareness on social design: We as individuals have social interactions everyday. We are not alone on a deserted island. We cannot not be social. Therefore we should be aware of the fact that we have the opportunity to choose our actions in everyday life. We have the choice between following the same habits, customs and lanes we did in the past or to change them. Every new day we could do things differently than we have done it before. For us this is social design, how do people organise their social life, how do we design our world?
Di web itu ada berbagai macam proyek desain, berita, dan referensi menarik. Kita juga bisa menyumbang karya ke sana.

Talk to Your Daughter before Unilever Does

at 1/07/2008 , , View Comments




Dove ad directed by Tim Piper.
Art Directors: Stuart Campbell, Mike Kirkland, Sharon Lee Pan. Written by Tim Piper.
Account handled by Aviva Groll and Mike Hemingway.
Exec Producer: Brenda Surminski, Producer: Jeff McDougall
DP: Marc Laliberte-Else (inc Ray Dumas)
Post: Soho (editors Kevin Gibson/TP), Sound: Vapor, Song: La Breeze, by Simian
Campaign for Real Beauty credits include Dennis Lewis and Malcolm Poynton from Ogilvy London.


Dove pernah membuat seri kampanye Onslaught, tujuannya memperingatkan orang tua agar anak mendapat informasi yang lengkap mengenai konsep kecantikan bukan dari industri. Secara tidak langsung ia mau bilang, jangan percaya dengan iklan tentang kecantikan, karena mempromosikan kulit putih sebagai bagian dari syarat kecantikan, atau konsep berat badan. Proses pembuatan iklan itu bisa dilihat di sini.

Iklan yang berupa film pendek ini, direspon oleh banyak sekali blog dan film pendek pula. Misalnya dari blog PSFK Conference New York, yang menulis begini:

Dove’s intention may be good, but the irony of the campaign has not gone unnoticed. Filmmaker Rye Clifton offers a response to the film, with a mash-up short of his own called “A Message from Unilever” (view it below). In it, he contrasts the contradictory messages put out by the corporation that owns both Dove and Axe, the latter known for its ads featuring scantily clad sexpots (whose parents apparently didn’t talk to their daughters before the beauty industry did) vying for the attention of horny Axe-sprayed men.
Tidak saja mengkritik Dove, tapi kritik juga dialamatkan kepada perusahaan empunya brand Dove dan Axe, Unilever. Kontradiksi Dove, yang juga pelaku industri kecantikan, mengundang kontroversi dengan iklan Onslaught-nya tersebut. Rye Clifton melalui film pendek berikut ini, menunjukkan bahwa Unilever, yang ada di belakang Dove dan Axe, tidak benar-benar "jujur" dalam kampanye Onslaught. Interview menarik dengan Rye dapat Anda baca di blog Shaping Youth.





Kritik lain, bisa juga dibaca dari blog Punk Planning, yang menampilkan data kualitatif menarik tentang segmen iklan kecantikan di wilayah Asia. Ironis, karena manusia Asia memang pada dasarnya dilahirkan dengan kulit tidak seputih orang Eropa atau Amerika. Hasil FGD ini membuktikan, bahwa karena gencarnya iklan mengkampanyekan kulit putih sebagai indikator kecantikan, orang Asia kini berpersepsi bahwa orang berkulit gelap adalah mereka yang "kampungan". Penulis blog itu sampai menyarankan kepada Dove, agar memberi disclaimer dalam iklannya, bahwa mereka mengakui semua warna kulit di muka bumi ini!


Sementara itu, iklan Onslaught ini ternyata juga menginspirasi GreenPeace, untuk bicara tentang Illegal Logging di Indonesia, berkaitan dengan Palm Oil yang digunakan Dove dalam produk mereka. Keren!

Website 17 Milyar!

at 12/17/2007 , View Comments


Nah, bagi yang belum pernah ngeliat website seharga 17 M, inilah kira-kira! Wesite pariwisata Indonesia ini harga pengembangannya kira-kira 17 M. Hebat sekali yak! Pasti websitenya 'bagus banget'! Menurut laporan detik.com, web ini servernya ada di 4 benua, trus ada database tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Hmm...

Saat hendak dikonfirmasi detik.com mengenai rincian penggunaan anggarannya, pihak Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menolak untuk berkomentar. Keterangan lebih lanjut didapatkan dari pihak Indo.com selaku pelaksana teknis My-Indonesia.info. Angka 17,5 Milyar ini sebenarnya anggaran selama tahun 2006 hingga 2008.

Layakkah sebuah website dengan biaya pengembangan total 17,5M ini? Silakan nilai sendiri.

Scam Ads 'DUREX'

at 12/17/2007 , , View Comments

Eksekusi yang menarik, untuk bicara tentang kampanye kondom sebagai 'alat bantu' untuk menghindari HIV/AIDS.