DKV UNPAS Bandung: Infografis

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Tampilkan postingan dengan label Infografis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infografis. Tampilkan semua postingan
Postingan pertama setelah lebaran ini adalah infografik tentang shortcut buat para pengguna AI dan PS CS6 dari webdesignledger.com
Adobe Illustrator CS6
Tips Membaca shortcut Adobe Illustrator diatas yaitu :

Adobe Illustrator Tool Shortcut = Teks yang berwarna abu-abu 

  Bisa langsung di tekan di keyboard, misalnya tekan T untuk mengakses teks atau type tool.

Action Shortcut = Teks yang berwarna oranye 

  Sedangkan untuk bagian teks oranye harus dibarengi sambil tekan command

Adobe Photoshop
Tips Membaca shortcut Adobe Photoshop diatas yaitu :

Adobe Photoshop Tool Shortcut = Teks yang berwarna abu-abu 

  Bisa langsung di tekan di keyboard, misalnya tekan "T" untuk mengakses teks atau type tool.

Action Shortcut = Teks yang berwarna biru

  Sedangkan untuk bagian teks biru harus dibarengi sambil menekan "command"

Sungguh lumayan buat mempercepat kerja desain kita, walaupun sebenarnya kita bisa membuat kustomisasi shortcut sendiri jikalau ingin heheh, biar bikin bingung kalo ada yang melototin saat kita sedang ngedesain.
FYI: sering terjadi lho di dunia kerja :p

Infografik : Sejarah Percetakan

at 7/15/2013 , View Comments


infografik perjalanan Nicholas di New York
Seorang Data Visualizer yang baru saja mengundurkan diri dari Facebook ini, membuat laporan taunan tentang hidupnya dan menampilkannya dalam visualisasi data yang ciamik. Beliau membawa kemampuan memvisualisasi data kedalam kehidupan sehari-harinya, dan hal ini telah dilakukan sejak tahun 2005. Dimulai dari jenis makan, perjalanan, buku yang dibaca, dan bahkan tanaman yang mati karenanya.
Laporan taunan yang telah dibuat bisa dilihat di feltron.com dan jika kamak-kamak tertarik untuk membuat laporan taunan juga seperti Nicholas, bisa daftar di daytum.com  yang juga merupakan web hasil prakarsa si bapa satu ini.

Ini dia Bapa Nicholas Felton dengan laporan taun 2007 nya
Jadi Kamak-kamak sekalian yang ingin belajar lebih lanjut tentang visualisasi data, coba saja tengok karya-karyanya beliau ini, semoga terinspirasi.

wow CV yang Keren!

at 12/18/2012 , View Comments

Ini dia kumpulan Curriculum Vitae (CV) yang bisa bikin para penerima kerja pusing hehe (antara pusing menerima orang yang bersangkutan atau pusing membacanya). Tapi tidak ada salahnya mempresentasikan diri dalam CV dengan sesuatu yang berbeda, apalagi untuk kawan-kawan arakan lebah, cekidot deh....


 
Selamat membuat CV yang keren yak kamak-kamak, semoga bisa menginspirasi.
PS: ini hanya untuk kepentingan Inspirasi tidak untuk di contek hehe...

Menjelaskan Infografis Melalui Infografik

at 10/19/2012 , View Comments

Apa itu Infografis? Banyak yang menjelaskan infografis sebagai informasi lewat medium grafis. Kata Grafis, yang dulunya datang dari dunia cetak mencetak, kini lebih sempit digunakan untuk menyebut visualisasi dalam bidang dua dimensi. Itupun karena visualisasi berbentuk 3D sudah mulai marak.

Tetapi infografis bukan sekedar info dalam bentuk gambar. Yang terpenting dari sebuah infografis, adalah kemampuan visualisasi menyederhanakan  data yang padat, menjadi informasi yang mudah dicerna. Gampangnya, penjelasan dalam bentuk infografik dari SEO Sandwitch berikut ini akan menyampaikan gagasan utama infografis dengan lebih lugas.


Ada banyak cara membuat infografis, paling mudah adalah memanfaatkan web aplikasi seperti di bawah ini:

Infografisme: Kompetisi Infografik Pertama di Indonesia

at 4/11/2012 , View Comments


Nah, baru kali ini di Indonesia ada kontes membuat infografik. April hingga 16 Mei 2012 nanti, karya kalian ditunggu di infografisme.com, dan yang menang akan mendapat hadiah spesial, radio Magno. Radio ini spektakuler, karena mendapat desainnya penghargaan di tingkat internasional, Cooper-Hewitt National Design Awards. Tentangnya pernah dibahas di sini.

Aturannya mudah. Kontes ini terbagi atas 2 kategori: Infografik dan Videografik. Kontes ini dimulai April 2012 dan ditutup pada 16 Mei 2012. Penjurian akan dilakukan pada 23 Mei 2012 dan pemenang akan diumumkan pada 26 Mei 2012 di situs infografisme.com ini dan salingsilang.com. Yang dinilai dari infografik atau videografik, meliputi: proses, perkembangan, perbandingan, peta masalah, warna, jenis huruf, layout dan sistematika penjabaran data, serta pesan yang disampaikan (cerita dan unsur informatif).

Kontes ini tidak memungut biaya apapun, boleh mengirimkan maksmal tiga karya, wajib melampirkan data diri dan foto copy KTP, SIM, Paspor atau Kartu pelajar yang masih berlaku, juga melampirkan surat pernyataan yang menjelaskan bahwa karyanya belum pernah dipublikasikan dan merupakan hasil karya sendiri.

Karya grafis bisa dikirim langsung via website, sedangkan video dikirim via email. Oh ya, jangan lupa melampirkan judul dan deskripsi singkat mengenai karya tersebut. Selengkapnya, cek saja ke situsnya di infografisme.com. Gambar di atas juga diambil dari sana :D

Perkembangan Logo Masa Lalu ke Masa Depan

at 2/22/2012 , View Comments

Dari artikel di www.huffingtonpost.com tentang perkembangan logo dari masa lalu hingga perkiraannya ke masa depan.



Linimasa Sejarah Periklanan

at 12/28/2011 , View Comments

Belakangan ini, muncul tren baru di dunia periklanan. Perkembangan teknologi internet yang demikian pesat, telah mendorong lahirnya era baru periklanan, Online Advertising. Melalui berbagai bentuk interaksi yang memandang konsumen lebih setara daripada pendekatan konvensional yang sangat "mendikte", Online Advertising pelan-pelan menggeser belanja iklan di media tradisional. Bagaimana bisa terjadi? Memahami sejarah periklanan melalui infografis yang dimuat Mashable.com (aslinya buatan infolinks.com) ini mungkin bisa memberi pencerahan bersama. Silakan disimak.

Desain dalam Gerakan Sosial

at 10/19/2011 , View Comments

Desain grafis, atau yang sekarang berkembang jadi Desain Komunikasi Visual, punya peran dalam menyampaikan pesan secara efektif. Contoh kasus dari situs OccupyDesign.org ini menarik untuk dipelajari. Saat ini, banjir informasi seringkali membingungkan masyarakat. Beragam kemasan informasi, baik yang terlalu bertele-tele maupun yang terlalu singkat menyebabkan kejenuhan, dan yang paling parah; salah paham.

Infografik sangat membantu memberi penjelasan yang rumit dalam kemasan yang sangat sederhana, tapi jelas menunjukkan substansi informasi yang ingin disampaikan. Dalam kasus ini, gerakan #OccupyWallStreet yang sudah menyebar luas di dunia, dijelaskan dalam infografik yang sederhana. Mengapa gerakan ini perlu ada? Apa makna 99% dalam gerakan tersebut? Semua penjelasan itu bisa disimak dalam infografik berikut:





Selain membuat infografik, mereka juga membuat ikon-ikon standar yang digunakan dalam infografik tersebut menjadi alat untuk digunakan bersama, sehingga semua orang yang tertarik berkontribusi bisa menggunakan bahasa yang sama dalam komunikasinya. Karena dalam setiap gerakan pendudukan ini biasanya mereka membuat kamp-kamp demonstran, maka sign system untuk lokasi demo juga disediakan di situs ini.
Community (komunitas/masyarakat)

Factory (pabrik)

Justice (keadilan)

Sign System untuk digunakakn di lokasi demontrasi/pendudukan

Situs ini punya akun Twitter @OccupyDesign tetapi belakangan diblokir tanpa sebab yang jelas. Beberapa karya lain kontribusi dari pendukung gerakan ini, bisa dilihat melalui tagar #OccupyDesign, atau ke Facebook Page mereka di www.facebook.com/OccupyDesign.

Komunikasi visual yang lugas dan sederhana ini tentu saja harus didukung dengan data yang valid. Semua informasi yang disampaikan bukan karangan semata atau berasal dari data yang bias, karena fungsi infografik memang untuk menyederhanakan informasi, bukan untuk membohongi khalayak/masyarakat. 

Baru: Interactive Infographic

at 9/30/2011 , View Comments

Belum selesai dengan tren infografik yang statis, muncul lagi inovasi baru. Era informasi yang berjubel ini orang-orang ingin menyederhanakan informasi dalam sebuah grafik yang menarik, sehingga dapat tersampaikan dengan lebih cepat, sederhana dan komunikatif.

Infografik yang awalnya banyak dipakai untuk kepentingan visualisasi data, dan banyak diaplikasikan di majalah atau koran yang kemudian berkembang di dunia internet untuk hampir setiap informasi. Coba saja kawak-kawak gugling "Infographic"klo kaga percaya...

Nah ini dia yang baru, saya menemukan Infografik Interaktif seperti berikut :


Sebelumnya mungkin kita udah familiar dengan produk-produk interaktif, apalagi di dunia internet. Nah, karena itu perpaduan ini menjadi menarik, karena tren infografik yang muncul di internet, maka sangat mungkin untuk menjadi interaktif. Pertanyaanya, infografik itu apakah perlu di interaktifkan?

Coba tolong dijawab ya.

Menurut saya sih, *atau kami, karena artikel ini ditulis rombongan* tidak ada masalah dengan format tampilan infografik yang interaktif. Deuh beribet. Dengan dibuat interaktif, ruang untuk menampilkan infografik jadi makin hemat. Bayangkan kalau infografiknya dibuat dalam satu halaman memanjang ke bawah, seperti infografik-infografik yang biasanya. Gambarnya jadi panjang ke bawah, dan harus scroll down terus dan terus...

Tapi kan gak perlu klak-klik?

Ya iya sih. Pilih mana, scroll down atau klak-klik sana sini nyari informasi? Kelebihan infografik biasa, semua informasi bisa tampil sekali jadi. Tak perlu ada aksi dari pembaca untuk menemukan informasi. Dengan infografik seperti ini, maka informasi hanya bisa dilihat berdasarkan permintaan pembaca. User demand information. Ciyeeh.

Makanya disebut interaktif, pret.

Lagipula gagasan awal infografik, memang untuk menggantikan paragraf panjang lebar seperti artikel ini. Eh bukan. Biasanya kan data disajikan daam bentuk tabel atau grafik, dan nah infografik ya bagian dari grafik yang bicara data. Coba kalau grafik pertumbuhan 'anu' harus dijelaskan panjang lebar, yang baca keburu pingsan. Apalagi kalau dipakai untuk presentasi. Infografik jadi sangat ringkas, padat, dan jelas. Kalau bener bikinnya.

Jadi, kesimpulannya?

Ya bebaslah, mau bikin infografik interaktif, interaktip, interaktiv... *plaak*

Pengaruh Warna dalam Bertransaksi

at 8/16/2011 , , View Comments

Retailer menjual barang-barang yang dipajang sedemikian rupa, sehingga para pengunjung dapat melihat dan memilihnya. Menjual barang di tempat pajangan, memang seni tersendiri. Bayangkan saja, tanpa pelayan cantik yang siap menyambut para calon pembeli serta menjelaskan kehebatan produknya, produk-produk di rak pajangan itu harus mampu menjalankan fungsinya sendiri. Masuk kantong belanja pembeli, dan menemukan tempat barunya.

Di antara banyak sekali faktor yang mempengaruhi penjualan lewat retailer, unsur visual adalah faktor yang cukup signifikan. ELemen penting dari unsur visual yang berjasa menarik perhatian calon pembeli, adalah warna.

Infografik buatan KISS Metrics di bawah ini mencoba menjelaskan, bagaimana warna memilik pengaruh yang kuat terhadap keputusan calon pembeli, untuk kemudian membeli produk yang dipajang di rak-rak itu. Berdasarkan data mereka, 93% responden menyatakan bahwa penampilan visual merupakan syarat pertama agar suatu produk menarik perhatian. 85% responden yang menyatakan ini, menyatakan bahwa Warna adalah elemen paling dominan.

Selengkapnya, periksa saja infografik di bawah ini:


Via kissmetrics.com
Masih inget dengan postingan tentang indahnya visualisasi informasi, presentasi yang satu ini selain indah juga dapat menggambarkan statistik tingkat kesehatan manusia di dunia berdasarkan negara. Yang paling spesial dari presentasi ini yaitu menggunakan teknik Augmented Reality (AR), yaitu dengan menggabungkan teknologi dan realitas dalam waktu bersamaan sehingga terjadi interaksi yang harmonis antara teknologi digital dan lingkungan atau pelaku AR.

Seolah-olah Mr. Hans Rosling memiliki kekuatan super power untuk memunculkan trik hologram dan menggerakan statistik itu dengan tangan dan pikirannya, mungkin penjelasan ini tampak berlebihan, tetapi mungkin awak arakan lebah akan mengerti jika melihat langsung videonya. Ini adalah perkembangan teknik presentasi dari sisi teknologi dan informasi, dan jika kita akan menjadi presenter maka mungkin sekarang sudah saatnya untuk menambah dan melatih gerak dan gestur tubuh agar bisa kompak dengan visualisasi digital dari presentasinnya.

Selamat menyaksikan dan terinspirasi :D

[infografis] Sejarah Perkembangan Marketing

at 3/19/2010 View Comments



Marketing, atau pemasaran, dipercaya telah ada sejak 10.000 tahun sebelum Masehi. Itu menurut infografis yang dibuat www.flowtown.com ini. Info ini mencoba menjelaskan sejarah perkembangan marketing, dari jaman purba hingga abad ke-21 ini. Tentu saja tidak dibuat per tahun, tetapi hanya pada tahun-tahun tertentu dimana perkembangan marketing menorehkan pengaruh penting dalam sejarah.

Gambarnya sederhana sekali, tidak terlalu banyak simbol yang digunakan. Gambar yang tampil di sini hanyalah potongan dari gambar aslinya. Selengkapnya, silakan lihat di web www.flowtown.com.

*Image: Courtesy of www.flowtown.com

Free Online Info Graphic Softwares

at 2/26/2009 , , View Comments

Nemu website yang membagi link ke beberapa software gratis buat bikin infografis. Yang menarik adalah, penggunaan kata infosthetics. Kayaknya istilah baru, tetapi dugaan saya ini berkaitan dengan nilai estetik dalam penyajian informasi, terutama dalam bentuk diagram. Slogannya juga menarik, "Where form follows data". Silakan periksa link berikut: bubbl.us, aMap dan Life Flow Charts, juga link-link berikut: gliffy.com, iplotz.com and flowchart.com.

Lovely Charts [lovelycharts.com] menarik karena cukup menonjol dalam hal user-generated flowcharts, sitemaps dan wireframes. Tampilan akhirnya bisa bagus dibandingkan saingannya. Demikian kira-kira ulasan di web infosthetics.com. Di link www.lovelycharts.com ini bisa ditemukan contoh-contohnya, meski dalam format lowres.

Ada juga wawancara bersama para pembuatnya di sini: Insideria. Via TechCrunch.

Signage System Resources

at 12/11/2008 , View Comments



The paper tries to analyze and articulate the visual language that seem to govern the process of 'symbol' design. 'Symbols' conceived in the context of environmental directional signage is being seen in this paper as having the potentials for constructing an effective graphical interface between the user and the intended facility.


'Symbols' conceived in the context of environmental directional signage, and one that is specifically intended as a public service facility, is being seen here as having the potentials for constructing an effective graphical interface between the user and the intended facility; the objective is to facilitate the activities of locating, identifying, informing and directing the user through the various gamut of activities of a given service facility. 
 This paper has been written from the perspective of the designer, who is the producer of these representations, and who seeks to appropriately construct these representation through an amalgamation of approaches viz., the generative approach, which consists of a search for effective images; and the constructive approach, which comprises one's ability to visualize images that are required to be converted into graphical symbols. 
 It is being contended here that these graphical symbols have to be conceived from the point of these being easily recognizable, and hence represent themselves as a derivative of contextually familiar images. It follows, therefore, that when there is sufficient iconicity or resemblance between the visual representation and the content it refers to, these are relatively easy to visualize. But when this is not the case, the representation of the message areas could need methods that would have to attempt to understand/ visualize how these are perceived by the user, and only subsequent to which can emerge as a result of such visualization. 
Assuming that the designer uses one of the above methods, or uses his own interactions within the environment as a substantive basis, or draws upon reserve of existing solutions; and then evaluates and identifies the semantic requirements of the said image; he will now be required to convert these into an appropriate symbol. 
This aforesaid process is being considered as a method for constructing a level of visual order, where the paper tries to identify and isolate these very formal features that go to define the characteristics of the graphic 'symbol'. Such identification of the necessary syntax eventually helps to articulate the visual language that seems to govern the process of symbol design. 
As an interesting extension of the above mentioned methodology, one could formulate a set of formal modifications of structural constructs for these representations, that might lead to having a diversity of visual styles in a manner similar to variations offered by typefaces (this portion has been excluded in this summary). 
For this paper, this processual section has been followed up by a case study of symbols design which are meant to serve as part of environmental signage for public hospitals located in urban India.



For further details about the above paper click here

Visualizing Information for Advocacy

at 4/08/2008 , View Comments




Infodesign/infografis tidak hanya ada di majalah atau surat kabar. Sekarang juga sudah merambah dunia kampanye sosial. Coba simak kutipan dari web ini.
Modern life is saturated with ever increasing amounts of information, advertising and media with little time to digest what is being said. Against this background, NGOs and advocates too often find the information they want to communicate, either buried in long reports full of professional jargon and statistics, or overlooked in an endless stream of media releases. Whether communicating to the public, staff, donors or government officials, information design can help NGOs communicate with more impact, increase accessibility, and present issues powerfully.
Visualizing Information for Advocacy: An Introduction to Information Design is a manual aimed at helping NGOs and advocates strengthen their campaigns and projects through communicating vital information with greater impact. This project aims to raise awareness, introduce concepts, and promote good practice in information design – a powerful tool for advocacy, outreach, research, organization and education.


Penggunaan infografis dalam media-media yang digunakan dalam kegiatan advokasi, akan sangat membantu menjelaskan konsep yang rumit. Seperti yang juga bisa dilihat pada artikel tentang penjelasan krisis ekonomi di Amerika, melalui infografis yang dianimasikan.

Lebih lanjut mengenai infografis for advocacy ini dapat dibaca di web Visualizing Information for Advocacy: An Introduction to Information Design. Gambar di atas, adalah buku dijital yang dapat diunduh gratis, dari web itu. Buku ini dibuat oleh Tactical Tech dan berkolaborasi dengan John Emerson of Backspace - konsultan desain yang mendedikasikan karyanya untuk penelitian, pengembangan dan promosi desain untuk kepentingan publik.

Menggagas Desain Sign System Kawasan Wisata

at 4/07/2008 View Comments

 http://www.sxc.hu/photo/1199334

Kota seperti Yogyakarta, Bandung, Medan, dan kota besar dan kecil lainnya di Indonesia mempunyai magnet dan potensi yang dapat dikembangkan dalam hal kepariwisataan, potensi ekonomi, potensi seni budaya, dan potensi komponen arsitektur kawasan. Sayang potensi emas itu belum pernah ditata secara komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur disiplin ilmu.

Hingga sekarang pariwisata masih dipahami dalam konteks musim-musiman, tidak bisa sepanjang hari musim turis, sehingga ada masa pasang dan surut. Bila situasi keamanan tidak kondusif, maka pariwisata akan sepi. Begitulah yang terjadi pada pariwisata selama ini, sehingga tidak menciptakan daya tarik bisnis.

Desain sistem pertandaan yang dibutuhkan oleh setiap kota yang "menjual" kawasan wisata adalah desain komunikasi berwujud tanda-tanda yang komunikatif. Tulisan ini menarik buat para desainer agar lebih menyengat dalam mendalami sign system.

Untuk lebih lengkapnya klik disini aja coy... Dari blog Sumbo tersebut, diulas mengenai pentingnya Sign System di Jogjakarta.

Mengenai Sign System secara umum, juga diulas sedikit di sini, dalam artikel Signage System Resource.

Memvisualisasikan Data/Informasi

at 12/12/2007 View Comments

informationarchitects.jp 

Info grafis. Tentu kalian pernah denger tentang ini kan? Nah, di http://www.smashingmagazine.com ini ada beberapa contoh bagaimana informasi ditampilkan dengan gaya grafis yang berbeda-beda, tetapi masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Pada contoh gambar di atas, kalau Anda buka link aslinya, peta tersebut bahkan bisa di klik, dan membawa kita ke tujuan yang dimaksud.

Infografis, atau visualisasi data, sangat diperlukan untuk membantu efektifitas penyampaian informasi. Daripada harus berpanjang-panjang dengan teks, visualisasi bisa jadi alat yang sangat kuat dalam menyampaikan informasi/data. Seperti yang ditulis di web smashingmagazine.com ini, infografis lalu tidak harus menjadi boring dan kaku, tapi juga tidak boleh terlalu centil dari sisi artistik. Harus ada kompromi di antara dua kebutuhan, menyampaikan informasi, dan tetap artistik.
The main goal of data visualization is its ability visualize communicating information clearly and effectivelty. It doesn’t mean that data visualization needs to look boring to be functional or extremely sophisticated to look beautiful. To convey ideas effectively, both aesthetic form and functionality need to go hand in hand, providing insights into a rather sparse and complex data set by communicating its key-aspects in a more intuitive way. Yet designers often tend to discard the balance between design and function, creating gorgeous data visualizations which fail to serve its main purpose — communicate information.

Lengkapnya, silakan buka aja di sini.

Reblog this post [with Zemanta]