DKV UNPAS Bandung: komik

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan

Asosiasi Komik Digital Bandung in Action

at 11/22/2010 , View Comments

Komik Ramadhan: Lama tapi Selalu Kontekstual

at 8/27/2010 View Comments


Ramadhan, setiap tahun datang menghampiri. Dalam setiap Ramadhan, selalu ada banyak pesan untuk kita, memperbaiki diri, dan membersihkan diri untuk kemudian di akhir Ramadhan kita kembali suci. Tapi tentu kita tidak lupa bahwa setiap Ramadhan akan ada berita-berita sweeping, pembersihan dunia dari tindakan yang dianggap tidak menghormati kesucian bulan Ramadhan ini. Anda tentu tahu oleh siapa.

Melalui media komik dari tangan Aji Prast, seorang komikus asal Malang yang rajin ngeblog di multiply, pesan Ramadhan ditampilkan secara reflektif, mengingatkan kita pada situasi yang sering berlangsung tiap Ramadhan itu. Bahwa tahun ini ormas yang doyan melakukan sweeping itu berjanji, tidak akan melakukannya jika Pemda konsisten menegakkan peraturan daerah tentang bulan Ramadhan, cerita dalam komik Mas Aji ini selalu menarik untuk disimak.

Komik ini sarat oto kritik, tapi cerdas menggelitik. Kenapa hanya di bulan puasa saja maksiat harus diberantas? Bukankah maksiat memang diharamkan, sehingga tidak seharusnya ada? Tapi bagaimana dengan mereka yang nafkahnya menyerempet kehidupan maksiat seperti ini? Komik ini menceritakannya dengan lugas. Menurut Mas Aji dalam pembukaan komiknya, komik ini diangkat dari kisah nyata lho.

Silakan simak selengkapnya di http://klewang.multiply.com/. Banyak karya komik lain yang sangat menarik, misalnya tentang Sejarah Perang Jawa, bercerita tentang perjuangan Pangeran Diponegoro.

 *Gambar diambil dari blog Mas Aji: http://klewang.multiply.com/.

Komik 99: Superhero yang Terinspirasi Ajaran Islam

at 8/01/2010 View Comments

Seri Komik 99 ini sebenarnya sudah lama, dibuat sekitar tahun 2007. THE 99 mendapat tanggapan positif di dunia, bahkan Forbes menyebut THE 99 “One of the Top 20 Trends Sweeping the Globe.” Pembuatnya adalah Naif Al-Mutawa, kini masuk dalam jajaran 500 Muslim Paling Berpengaruh versi Royal Islamic Strategic Studies Center, Yordania. Komiknya telah sukses diterbitkan dalam delapan bahasa dan akan segera tayang di layar kaca di seluruh Amerika Serikat.

Tim kreatif The 99 adalah nama-nama yang sudah tidak asing dalam bisnis komik, seperti Fabian Nicieza, Stuart Moore, June Brigman, Dan Panosian, John McCrea, Ron Wagner, Sean Parsons dan Monica Kubina – semua sudah pernah bekerja untuk Marvel maupun DC Comics, dua produsen komik papan atas dunia.

Dari presentasinya di TED.com bulan Juli 2010 yang lalu, Naif mengungkapkan gagasan di balik cerita The 99. Latar belakang kisah-kisah The 99 diambil dari setting tahun 1258, ketika Bangsa Mongol mencoba menguasai Bagdad, dan ingin memusnahkannya. Ketika itu semua koleksi buku dari perpustakaan besar Bait al-Hikma dibuang ke Sungai Tigris, dan membuat sungai itu berubah warna menjadi warna tinta. Cerita ini kemudian turun temurun, dan Naif menulis ulang cerita ini menjadi alur komik. Dalam versinya, para pengelola perpustakaan mengetahui peristiwa buruk tersebut akan terjadi, dan ia menjadikan para tokoh itu sang Superhero. Cerita latar komik ini dibuatkan komik versi khususnya, dalam The Legend of The 99 Begins Here.




Gagasan nama The 99, diambil dari 99 Asmaul Husnah, atau 99 nama Allah. Naif percaya bahwa nilai-nilai dibalik 99 nama itu mengandung nilai yang universal, tak peduli apa agama yang dianut. Universalitas ini pantas diangkat untuk mengirimkan pesan positif kepada para pembaca komik The 99, karena memahami pesan agama dengan salah, menjadikan seseorang akan menjadi buruk. Ini juga menyebabkan pesan yang dibawanya menjadi buruk pula. Komik The 99 berhasil mengalihkan pandangan dunia dari retorika stereotipe yang menggambarkan Islam dan para penganutnya sebagai pemrakarsa intoleransi dan kekerasan sejak tragedi 11 September.

Tapi jangan salah, tidak kemudian tokoh yang diangkat dalam komik ini semuanya berlatar belakang Timur Tengah. Karakter dalam komik ini datang dari berbagai budaya dan negara. Tokoh Toro Ridwan misalnya, bahkan diceritakan berasal dari Indonesia. Tokoh ini bergelar FATTAH - THE OPENER, karena ia mampu membuka jalan menuju belahan dunia manapun dengan sabuk ajaib yang ditemukannya di sebuah toko barang bekas. Tokoh ini digambarkan berusia 22 tahun, bermata coklat, dan berambut hitam. Gambar di samping adalah karakter Toro, yang diambil dari web resmi The 99, http://www.the99.org/.

Kenapa Naif tertarik mengangkat tokoh superhero dengan latar belakang Islam? Ia mengatakan bahwa banyak superhero yang lahir dengan pemikiran religius seperti itu. Ia mencontohkan Superman, yang dikirim ke bumi dalam sebuah wadah khusus. Ia menganalogikan kisah ini seperti kisah Nabi Musa, yang ditemukan terapung di Sungai Nil. Ucapan ayah Superman, Jor-El kepada penduduk bumi, "I have sent to you my only son." mirip seperti kisah dalam Alkitab mengenai Yesus.

Dunia komik memang selalu menjadi dunia yang menarik. Ia tidak saja sekedar menjadi bacaan, atau karya ilustrasi yang menawan, tapi juga menawarkan alur cerita yang bisa menyampaikan nilai tertentu. Kritik terhadap komik yang banyak menampilkan kekerasan, seperti yang ada di beberapa komik Jepang, mungkin hanyalah kasus, yang tidak bisa menggeneralisasi selueuh jenis komik yang ada. Komik bisa menjadi sumber belajar yang efektif, tapi komik juga harus menjadi sesuatu yang menghibur.  Jangan perlakukan pendekatan ceramah yang menggurui ke dalam komik, tapi mulailah bercerita.

Anda juga bisa menyimak bagaimana proses komik ini dikembangkan, lengkap dengan ilustrasinya di alamat ini: http://www.the99.org/

UPDATE: Marvel ternyata juga bikin superhero muslim.
Dapet hadiah dari mas Gilar, gara-gara saya bantuin bikin peta hahahah... inilah hadiahnya :


Buku ini berisi karikatur dan ilustrasi yang dibuat oleh GM. Sudarta (atau seringkali ditulis G.M. Sidharta) dari kurun waktu 1967 sampai 1986, bertema seputar Indonesia. Banyak hal yang masih relevan dengan tahun 2010 ginih, aneh! Apakah sejarah berulang, atau Indonesia yang gak berubah-berubah, masih gini-gini ajah cuman beda orang dan waktu.  Mari kita lihat Indonesia 30 tahun kebelakang di mata GM. Sudarta, ini baru babak pertama hehehehe...

 
Ini dia Oom Pasikomnya Om Sudarta

Ekonomi emosional *eh salah, ekonomi nasional :D

Sampai akhirnya saling tuding

Kalo kata lagu sih, mau dibawa kemana.....

Ahahahah misteri harta pejabat

...Djanganlah tjermin dibelah lantaran buruk muka...!

Nah ini skandal yang kemaren-kemaren rame  hehehe...

Masih ada banyak karikaturnya di buku ini, tunggu ajah postingan selanjutnya :D

EVOKE: Game Online untuk Mengubah Dunia

at 5/12/2010 , View Comments

Game online, mungkin baru tenar 5 tahun belakangan ini di Indonesia. Mungkin karena membutuhkan infrastruktur yang canggih, seperti koneksi internet broadband berkecepatan tinggi, juga komputer dengan spesifikasi kartu grafis kelas wahid. Tapi wabahnya sudah ada di mana-mana. Banyak pula kritik terhadap perilaku anak-anak yang dipengaruhi oleh game semacam ini, terutama karena game-game yang memang mengandung nilai kekerasan, vandalisme, atau pornografi. Banyak perilaku remaja menirukan apa yang mereka pelajari di dunia permainan itu, ke dalam dunia nyata.

Jika asumsi ini benar, maka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sebaliknya. Jane McGonigal, direktur Games Research and Development di Institute for the Future, justru mau mengatakan bahwa game bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. "Reality is broken, and we need to make it work more like a game", demikian Jane dalam presentasinya di TED.com. Game bisa dijadikan sarana untuk belajar memperbaiki dunia nyata yang sudah "rusak" ini.

Berdasarkan penelitian Jane dan lembaganya, saat ini total waktu yang dihabiskan untuk main game online adalah 3 milyar jam per minggu. Mungkin terdengar buruk dan mengerikan, tapi menurut penelitiannya justru terbalik. 3 milyar jam seminggu itu belum cukup untuk memecahkan permasalahan genting di dunia nyata saat ini.
Right now we spend three billion hours a week playing online games. Some of you might be thinking, "That's a lot of time to spend playing games." Maybe too much time, considering how many urgent problems we have to solve in the real world. But actually, according to my research, at The Institute For The Future, it's actually the opposite is true. Three billion hours a week is not nearly enough game play to solve the world's most urgent problems. 
Menurut Jane, si cantik yang bergelar Ph.D. ini, kita butuh 21 milyar jam seminggu bermain game online, supaya dapat melatih diri memecahkan berbagai permasalahan di dunia. Jane menjelaskan, bagaimana sejarah membuktikan bahwa sebuah peradaban, pernah berhasil membangun kejayaannya dengan bermain. Jane bercerita tentang sejarah Herodotus, sang penemu dadu, mungkin adalah penemu permainan manusia pertama di dunia, sekitar 2.500 tahun yang lalu. Materi presentasi Jane dapat dilihat di sini: Design Intersections: How Games Can Help Us Solve the World's Biggest Problems.



Saat ini, banyak game online menyajikan skenario pemecahan masalah. Selain itu, game online juga menekankan pada kerja sama antar pemain. Dengan tipikal game semacam ini, dapat melatih manusia untuk berperilaku. Dunia game, memang seringkali merupakan simulasi dari kehidupan dunia nyata. Penelitian yang akurat, dengan data yang lengkap, memang menjadi syarat utama game-game online papan atas saat ini.

Saya pernah memainkan Sim City, dan dari game itulah saya mempelajari bahwa (negara) perlu berhutang untuk investasi itu memang beresiko, tetapi harus dilakukan demi tujuan jangka panjang yang lebih nyata. Dari game itu pula sangat terasa, bahwa pendidikan adalah ujung tombak pembangunan. Dengan kualitas sumberdaya manusia yang mumpuni, industri dapat berkembang pesat, bahkan dapat mengatasi persoalan lingkungan karena kecanggihan teknologi mampu menghasilkan industri yang ramah lingkungan. Saya juga pernah maniak bermain game manager sepakbola, seperti Football Manager atau Championship Manager, dan saya banyak belajar tentang sepakbola dari sana.
"Instead of providing gamers with better and more immersive alternatives to reality, I want all of us to be become responsible for providing the world with a better and more immersive reality." - Jane McGonigal.
Jane, melalui Institute for the Future, bekerja sama dengan The World Bank Institute, lalu mengembangkan game online yang mencoba mengatasi persoalan dunia belakangan ini. Game online ini diberi nama Urgent Evoke, yang beralamat di www.urgentevoke.com. Game online ini gratis, dapat dimainkan siapa saja. Ia menawarkan skenario penyelesaian masalah kemanusiaan di dunia berkembang, dan contoh yang digunakan adalah di Afrika. Setiap skenario yang dipilih, membutuhkan pemahaman terhadap pokok permasalahannya, dan game ini menyediakan sumber informasi yang lengkap. Kita sebagai pemain diwajibkan mempelajari semua informasi tersebut, dibantu dengan berbagai petunjuk dalam gamenya.



EVOKE was created by The World Bank Institute as a direct response to African demands – namely, universities’ request to develop ideas to engage students in real world problems and to develop capacities for creativity, innovation, and entrepreneurship.  Developing nations face steep challenges, and resources in these areas can be limited.  These challenges demand the most robust and innovative of solutions.
EVOKE was also conceived as a crash-course in changing the world.  It is a chance to showcase the kind of resourceful innovation and creative problem-solving that is happening today in sub-Saharan Africa and other developing regions, and to collectively imagine how the lessons from those scenarios can transfer, scale, and ultimately benefit the entire planet.
Sebelum membuat Urgent Evoke, Jane juga mengembangkan game dengan gagasan serupa seperti Superstruct, dan World Without Oil. Superstruct bercerita tentang bagaimana menghadapi dunia di tahun 2019, sedangkan World Without Oil adalah sebuah skenario yang membayangkan bagaimana manusia dapat bertahan hidup tanpa adanya bahan bakar minyak.

Visualisasi game ini mengandalkan graphic novel yang still, maupun yang dianimasikan, dengan pendekatan storytelling yang menarik. Juga ada beberapa animasi 3D sederhana dalam bentuk bumper. Aplikasi game ini sengaja dibuat sederhana, agar dengan koneksi internet yang seadanya, game ini masih dapat dinikmati. Dalam beberapa penjelasan misi, terdapat pula video-video rekaman asli tentang kondisi di Afrika, sebagai materi bagi para pemain. Graphic novelnya dikerjakan oleh Kiyash Monsef sebagai penulis, Jacob Glaser sebagai graphic novel artist, Jane McGonigal sendiri sebagai editor, and Robert Hawkins, Jacob Glaser, serta Anthony Deicidue sebagai Colorist. Beberapa contoh ilustrasi Jacob Glaser untuk Evoke ini, bisa dilihat di blognya, http://jacobglaser.blogspot.com.

 Image courtesy of Jacob Glaser from jacobglaser.blogspot.com

Hanya bisa dimainkan online melalui alamat webnya, Evoke juga menawarkan update informasi seputar misi dalam game-nya melalui Facebook bahkan melalui handphone. Di Facebook, silakan kunjungi alamat the official EVOKE Facebook page, sedangkan pengguna mobile, bisa membaca tutorialnya di sini. Setiap misi yang memerlukan cukup banyak informasi, dapat dipantau melalui fitur tersebut. Ketika siap bermain melalui webnya, informasi tadi akan sangat membantu.

Game ini dluncurkan pada tanggal 3 Maret 2010 yang lalu, dan jika ada pemain yang berhasil menyelesaikan 10 misi dalam 10 minggu, akan mendapat “Certified World Bank Institute Social Innovator – Class of 2010.” Para pemain terbaik juga bisa mendapat beasiswa serta mentoring online tentang social innovators and business leaders dari berbagai penjuru dunia. Berikut ini adalah trailer dari Urgent Evoke:



Game online, ternyata bukan cuma perkara tampilan animasi 3D yang mengagumkan, atau tantangan yang membuat kecanduan. Jika dilakukan seserius Jane, game online bisa menjadi sarana ampuh untuk pendidikan. Urgent Evoke tampaknya dibuat untuk menjawab tantangan itu. Seperti yang dikemukakan Jane di webnya, avantgame.com, "Reality is broken. Game designer can fix it."

*Gambar Evoke, di screencaptured dari http://www.urgentevoke.com. Liputan lengkap CNN tentang game ini dapat dibaca di sini.

Buku Bacaan Bergambar : Totok dan Toni

at 5/07/2010 View Comments

Setelah sekian lama saya mencari buku cerita bergambar made in Indonesia asli, akhirnya saya menemukan juga di tumpukan koleksi seorang teman. Saya langsung mendokumentasikannya. Menurut buku tersebut, buku tersebut adalah buku bacaan bergambar, bukan buku cerita bergambar. Jadi ada sedikit titik terang untuk profesi saya, sebelumnya untuk bahasa Indonesia saya hanya tahu cerita bergambar (cergam), ternyata ada yang mirip-mirip juga, tapi yang ini disebutnya buku bacaan bergambar. Kalo yang bahasa Inggrisnya yaitu picture book : yang terdiri dari kombinasi gambar dan narasi verbal dalam format buku, yang kebanyakan untuk anak-anak.

Buku ini berjudul Totok dan Toni, bercerita tentang pertemanan seekor monyet dan anak manusia. Buku ini diceritakan oleh Umar Kayam, dan digambari oleh G. M. Sudharta. Buku ini diterbitkan pada tahun 1975 di Jakarta oleh penerbit Pustaka Jaya. Saya pribadi untuk jenis buku yang seperti ini baru nemu, karena generasi saya adalah generasi Dragon Ball dan kawan-kawan, paling ada beberapa seri wayang yang saya sempat punya, itu pun hanya sedikit yang saya ingat. Selain itu paling yang saya inget banget adalah komik neraka, soalnya menyeramkan sekali. berikut adalah hasil jepretannya :

 














Komik Neraka

at 5/05/2010 View Comments

Masih segar sekali dalam ingatan saya tentang komik neraka ini. Brutal, Sadis, Menyeramkan, Porno (karena banyak adegan telanjangnya hehe) dan cukup menggetarkan jiwa saya. Siapa yang kaga takut masuk neraka, apalagi setelah diberi gambaran yang cukup wow, nanti bisa dilihat di foto-fotonya. Secara teknis sih pake teknik komik, realis, karakternya mirip ama gambar-gambar di komik silat ato wayang era 70an akhir s/d 80an, di Indonesia.
komik neraka ini diterbitkan oleh CV. Pustaka Agung Harapan di Surabaya. Dilukis dan diceritakan kembali oleh MB. Rahimsyah AR., dan Irsyadul Anam. Tidak tercantum tahun penerbitannya, aneh. Cerita Komik neraka ini variatif, karena saya ingat beredar berbagai versi, bahkan yang versi surganya pun ada. Namanya juga komik neraka, jadi isinya tentang cerita neraka, dimana seseorang yang sering berbuat maksiat di dunia, yang kemudian disiksa di neraka. Jenis maksiat yang satu dengan jenis siksaanya berbeda-beda. ada yang tidak puasa kemudian dimakan ular, dan sebagainya. kita liat ajah yuk.....













semoga tidak masuk neraka deh, hiiiiiihhhh.......

Jakawana is Back!

at 4/29/2010 View Comments

Komik Jakawana, yang populer di kampus Unpas Setiabudi dan seantero dunia perkomikan nusantara, akan kembali terbit. Saat ini sedang dalam persiapan untuk beberapa edisi sekaligus. Rencananya komik ini akan dibagikan gratis kepada pembaca, jadi jangan sampai kehabisan yah... Tunggu tanggal mainnya...Sementara, silakan bergabung dengan fans page di http://www.facebook.com/jakawana untuk mendapatkan berita terakhir.

Berikut ini adalah contoh halaman dari komik edisi keempat, yang diberi judul Jurig Pocong Pasea Jeung Ceu Lilis... Seperti biasa, karena komik ini bukan untuk anak, jadi ada beberapa bagian yang sengaja tidak ditampilkan. Anda hanya akan bisa melihatnya di versi komik aslinya... :D

AWAS, KOMIK DEWASA!