DKV UNPAS Bandung: Apple

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan
Dieter Rams adalah salah satu designer jadul yang inspiratif, beliau adalah seorang desainer industrial, head of designer di Braun, perusahaan manufaktur elektronik di jerman (1932). Karya-karyanya banyak menginspirasi desainer-desainer sampai sekarang, salah satu desainer yang terpengaruh olehnya adalah Jony Ive, Desainer di Apple.

Siapa yang tidak terinspirasi oleh desain-desain keluaran Apple? Harusnya lebih terinspirasi lagi kalo tahu sumber inspirasinya desainer Apple dari siapa (hohow).

Beliau memiliki 10 prinsip dalam mendesain yang baik (lihat lebih lengkapnya disini), katanya dalam mendesain yang baik itu sebaiknya :
1. Inovatif
2. Berguna
3. Estetis
4. Mudah dimenegerti
5. Menarik perhatian
6. Jujur
7. Abadi
8. Detail
9. Ramah lingkungan
10. Sesederhana mungkin

Berikut adalah sepotong wawancara beliau tentang pemikirannya terhadap desain dan dunianya.



Menurutnya, Desain adalah proses berfikir yang dimulai dari kepala dan sketsa (note: sampai sekarang Rams tidak punya komputer, wow!). Ayo siapa yang ngedisain langsung di komputer? sketsa bray sketsa hahah!

Berikut adalah contoh desain dari Rams dan Jony Ive, monggo ditilik-tilik yo...
gambar diambil dari http://charliebroadway.blogspot.com
Jadi kamak-kamak arakan lebah, ayo coba cari inspirator dari jaman Opa Dieter Rams hehehe biar bisa kayak Om Jony Ive, atau mungkin lebih keren lagi dari mereka yak hahahay smanap!



Steve Jobs, 'nabinya' para pemuja produk Apple, meninggal dunia kemarin pagi (6/10/2011) atau tanggal 5 Oktober 2011 waktu Amerika Serikat. Setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker pankreas yang dideritanya sejak tahun 2003, akhirnya insanely genius ini meninggal dunia di usia 56 tahun.

Steve Jobs, digelari sebagai inovator, visioner, dan masih banyak lagi. Yang menarik untuk ditengok adalah pengalamannya dalam mempelajari desain, yang menurut pengakuannya sendiri membawa Apple kepada terobosan antar muka dan rancangan produk terbaik di dunia. Terbaik bukan saja dari sisi estetika, tetapi juga fungsi.

Pikiran Jobs tentang desain, adalah tidak sekedar soal bagus, tapi bagaimana desain itu benar-benar menyelesaikan persoalan manusia sehari-hari. Ambisi dan hasratnya yang luar biasa pada desain, ditambah sifatnya yang dikenal super perfectionist, membuat Apple menjadi bukan saja perusahaan komputer yang dikagumi banyak pengguna, tetapi juga memimpin di ranah teknologi smartphone sejak diluncurkannya iPhone.

Pengakuan Steve Jobs mengenai desain, bisa disimak dari pidatonya yang legendaris di Stanford University pada tahun 2005, Stay Hungry, Stay Foolish. Dalam salah satu bagian pidatonya itu, ia mengakui bahwa karena mempelajari tentang typografi, tentang bagaimana huruf harus disusun sedemikain rupa agar mudah dibaca, kemudian jenis huruf yang ideal di layar komputer, membuatnya berhasil membuat antarmuka semua produk Apple kini paling user friendly dibanding yang lain. Bahkan ia menyebut Windows hanya menjiplak Apple.
Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. 
Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.
Kalau melihat produk-produk Apple yang lain - iPhone salah satunya - teknologi digunakan Jobs untuk membuat orang kembali merasa manusia. Ia merancang multi touch yang mengadopsi naluri manusia dalam menggunakan jarinya. Orang dibuat seolah sedang bermain di atas pasir ketika menggunakan fitur touch screen yang diperkenalkan pertama kali lewat iPhone.

Tengok bagaimana cara menghapus, memperbesar tampilan, membuka halaman - yang kemudian tampak makin jelas di iPad dan seri Mac Book - sebenarnya adalah cara-cara lama kita ketika berinteraksi dengan buku. Jobs tidak benar-benar menemukan sesuatu yang benar-benar baru, tapi kejeniusannya menghidupkan kembali kemanusiaan dibalut teknologi canggih, itu adalah gagasan desain yang paling ideal. Ia menemukan kembali makna teknologi dengan kemanusiaan.

Desain dilahirkan dari gagasan meningkatkan taraf hidup manusia, menghargai manusia kembali setelah terhempas oleh datangnya mesin pada era revolusi industri. Desain berpikir tentang bagaimana manusia yang menggunakan produknya, dapat menyelesaikan masalah yang tidak bisa diatasi dengan tangan telanjang. Desain produk membuat produk yang ergonomis, desain komunikasi visual membuat komunikasi menjadi makin efektif.
"Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works."

- Steve Jobs

Bahkan ketika produk Apple dikritik karena menggunakan bahan yang tak bisa didaurulang, Steve Jobs tanpa ba bi bu mengubah material produknya menjadi aluminium, dan mengubah LED-backlit glossy yang memanfaatkan kaca. Ia menghijaukan sebagian besar produk Apple, tanpa banyak berkoar-koar sebelumnya tentang green product. Ia menerapkan bagaimana desain juga harus berpikir soal sustainable development.

Etos kerja Steve Jobs dalam hal ini bisa menjadi contoh, bagaimana desainer seharusnya bekerja. Desainer tidak bisa hanya berpikir tentang tampilan yang mewah dan modern, tetapi mengabaikan manusia sebagai subyek sekaligus obyek utamanya. Kecanggihan teknologi seharusnya membawa manusia kembali menjadi manusia melalui desain, persis seperti yang diinginkan Jobs.

Tapi Steve Jobs memang bukan dewa. Ia hanya manusia biasa, yang juga punya kelemahan, termasuk tidak akan bisa hidup selama-lamanya. Kini ia telah pergi, meninggalkan banyak sekali warisan yang patut menjadi pelajaran berharga. Karenanya, kita patut berterima kasih.

Terima kasih Steve Jobs, atas segala kelemahan dan kelebihan yang membuat kami bisa terus belajar.

*Gambar dari: apple.com | Baca juga: fastcodesign.com | artinfo.com

Mac Lovers!

at 4/09/2011 • , , , • View Comments

Postingan kali ini memang tentang cinta, bukan sembarang cinta, tetapi cinta gokil! Gimana kaga gokil, bayangin ajah nih pasangan ngebagi-bagiin macbook versi mereka ke semua orang yang mereka kenal... penasaran???

Ini adalah oleh-oleh dari petualangan di jawa, tepatnya saat saya mampir di Magelang, dekat sekali dengan Gunung Merapi, tetapi bukan Gunung Merapinya ato Magelangnya yang saya ingin bagiin ama awak arakan lebah, saya kepingin bagi-bagi cerita tentang dampak brand dan desain ke dalam kehidupan sepasang manusia di Magelang.

Pasangan tersebut membuat undangannya hampir persis dengan macbook white-nya produk buatan apple.inc, hanya saja dari segi desainnya, dan untuk bahan jelas kentara, karena undangan yang mereka bikin itu hanya terbuat dari kertas.

Saya sungguh terkesan dengan ide mereka membuat undangan dengan desain Macbook White, dan isi undangannya berupa percakapan chatting antara kedua mempelai tentang lokasi dan waktu diselenggarakannya resepsi pernikahan mereka. Jika dilihat lebih teliti lagi, para pengundangnya dibuat di dalam chat list-nya, serta untuk tampilan desktopnya persis tampilan standar mac, lengkap dengan aplikasinya di bagian bawah. Sedangkan untuk logo apple-nya mereka ubah menjadi logo cinta yang masih mengadaptasi desain logo apple, kemudian khusus pada bagian logonya mereka menggunakan teknik spot UV, sehingga nampak menyala/mengkilat. Untuk bagian belakang undangan tidak ada yang spesial, seperti format undangan pada umumnya.

Alangkah senangnya saya melihat undangan ini, walaupun tidak ditujukan kepada saya, tetapi saya membayangkan jika saya yang mendapatkan Macbook White versi Ika & Rokky ini. Semoga mereka menjadi keluarga bahagia yang Sakinah, Mawadah dan mac-iyah heuheuheu :D

Berikut hasil jepretannya....







Gokil gokil gokil, ga kebayang kalo om Steve Jobs liat inih....... Jadi kepikirin kalo pake Macbook Air pasti lebih keren deh hehehe, oh ya kalo untuk desain memang desainnya "sederhana" (hohoho keyboradnya jadul), tetapi terlalu "sederhana" jika dibandingkan dengan desain-desain jebolan Apple....

Apple vs Adobe: The Battle Continue

at 5/15/2010 • , , • View Comments

Setelah Steve Jobs membuat pernyataan tentang Flash dari Adobe, yang kira-kira isinya mengkritik Adobe Flash, pihak Adobe pun merespon dengan serangkaian iklan dengan tajuk "We Love Choice", tapi dengan gambar "hati" sebagai pengganti kata Love. Berikut adalah salah satu iklan Adobe tersebut:


Lalu beredar di internet, scam yang diperkirakan menjadi serangan balik Apple terhadap iklan-iklan Adobe tersebut. Berikut salah satu scam yang sering muncul:


Seperti yang Anda lihat, Flash yang berupa plugin di browser seringkali akan tampak seperti logo di atas, jika browser yang bersangkutan belum menginstallnya. Missing plugin, begitu biasanya pesan yang muncul, dan logo plugin di atas yang muncul menggantikan ruang yang sebenarnya adalah file Flash yang tak bisa tampil.

Terinspirasi oleh scam di atas, iseng kita ganti logo missing plugin dengan logo hati yang diplesetkan seperti logo Apple. Hehehe... Peace ah...


UPDATE:
Terlambat, tapi lumayan lah memberi tambahan informasi. Dari blog Guy Kawasaki, yang mendapat email update dari Apple, tentang Adobe CS 5... Ironis? Hehehe... Begitulah menurut Guy di artikel Ironic email from Apple.

Tips Mengelola Fonts di Mac

at 2/07/2009 • , , • View Comments



Nemu tips menarik dalam memahami struktur pengelolaan fonts di Mac. Seperti yang kita semua pahami, baik di Mac ataupun di Windows, fonts managemen adalah salah satu piranti sangat penting karena bisa mempengaruhi kinerja komputer Anda.

Tips-tips lain yang menarik dapat Anda dapat di CreativeTechs Tips.

Agama Baru yang Bernama Apple Macintosh

at 10/22/2008 • , • View Comments



Ada film tentang Mac, judulnya MACHEADS. Film ini tampaknya sebuah film dokumenter, cuplikan dari Macworld, New York's Fifth Avenue Apple Store, the DigiBarn computer museum, dan dokumentasi lainnya. Film ini mau menggambarkan betapa produk-produk Mac, bukanlah sekedar produk elektronik, tetapi sebuah fenomena budaya.

Film ini tampaknya tidak berhubungan dengan Apple Inc., soalnya tidak ada artikel yang membahas film ini di web-nya Apple. Disutradarai Kobi Shely, lulusan Hunter College New York. Film ini adalah film dokumenter berdurasi panjang pertamanya. Kobi menggunakan bendera Chimp 65 Production untuk memproduseri film dokumenter ini.

Tapi ini hanya sebagian dari judul di atas. Sebuah artikel di cnet.com, 'mentasbihkan' Mac sebagai agama baru, dengan nabi Steve Jobs. Penelitian neuroscience yang melibatkan brand Apple, membuktikan 'kesaktian' Apple Mac. Berikut kutipan dari cnet.com:

"Apple is (as we've proven using neuroscience)...a religion," Lindstrom said in the interview. "Not only that--it is a religion based on its communities. Without its core communities, Apple would die--it is already facing strong pressure as the brand simply is becoming too broad (losing) its magic. What's holding it all together is the hundreds if not thousands of communities across the world spreading the passion and creating the myths."
Penelitian yang dibukukan, dalam buku yang berjudul "Buy-ology", pantas jadi bacaan Anda yang tertarik dengan ide Branding. Buku ini ditulis oleh seorang 'marketing guru', Martin Lindstrom.

Melihat betapa 'fanatiknya' konsumen Apple, memang membuktikan bahwa Apple punya sesuatu yang bisa menghipnotis orang-orang. Pertanyaannya, sampai kapan konsumen akan loyal terhadap Apple, terutama jika Steve Jobs sudah lengser dari Apple?
Reblog this post [with Zemanta]