DKV UNPAS Bandung: Student Activity

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Tampilkan postingan dengan label Student Activity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Student Activity. Tampilkan semua postingan

Saat pertama kali diskusi tentang permasalahan apa yang bisa dijawab dengan desain - khususnya Desain Komunikasi Visual - saya sudah peringatkan bahwa ada banyak masalah di luar sana. Semua persoalan itu, hanya bisa diselesaikan secara proporsional. Artinya, ada solusi yang bisa ditawarkan oleh DKV, tapi banyak pula yang butuh upaya lebih besar.

Masalah apa yang bisa diselesaikan oleh DKV? Yang pasti, terkait dengan persoalan komunikasi. Pada dasarnya, komunikasi hanya mampu menjangkau ranah informasi. Tahu atau tidak tahu, adalah persoalan mendasar yang bisa dijawab dengan informasi. Meski kata awareness bisa diterjemahkan lebih kompleks menjadi kasadar-tahuan, tetapi basis dari yang bisa dikelola oleh DKV adalah informasi.

Maka, saya minta diskusi difokuskan pada sesuatu yang bisa ditawarkan DKV Unpas sebagai solusi konkrit. Dari sekian banyak masalah yang diajukan, persoalan angkutan kota di Kota Bandung yang kemudian diangkat. Kebetulan, gagasan ini sebelumnya sudah  jadi wacana di kampus.

Selebihnya, saya tidak ikut campur lagi. Teman-teman panitia KMDGI X yang kemudian bergerak dan menyelesaikan karya ini. Sampai akhirnya video di atas dibagikan ke media sosial.

Selamat, guys! Semoga Arakan Lebah kembali berkibar di ajang Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis (KMDGI) X nanti.

Firli Herdiana, Kreator Game Nyontex

at 11/12/2012 • , • View Comments

Firli (berkacamata) memamerkan penghargaan Juara 3 lomba Kreasi Game Flash Kategori Mahasiswa.
 Foto: http://twitchymarshmelow.blogspot.com/2011/09/firli-dan-meurli.html


FIRLI HERDIANA, PEMBUAT GAMES NYONTEK-Tengok Kanan dan Kiri Langsung Dilempar Kertas

Seputar Indonesia. Aksi mencontek masih kerap ditemui saat penyelenggaraan ujian. Ironisnya ketika Ujian Nasional (UN) pun perilaku curang ini semakin marak.

Hal inilah yang menginspirasi mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Firli Herdiana, 19, membuat games nyontek. Dalam permainan tersebut, siswa yang ketahuan mencontek dengan terlebih dulu melakukan gerakan mencurigakan seperti menengok kanan dan kiri langsung terkena lemparan.

Meski hanya gulungan kertas,namun efeknya sangat besar bukan rasa sakit,akan tetapi rasa malu yang didapat. ”Kejujuran menjadi barang langka termasuk pada diri pelajar, ketika UN saja nyontek. Makanya saya buat game ini sebagai peringatan bagi guru dan siswa,” ujarnya. Permainan ini sangat sederhana, namun sarat makna.

Dia menggambarkan dalam sebuah kelas terdapat sembilan siswa yang tengah ujian. Kemudian, beberapa siswa terlihat gelisah dan berusaha mencontek dengan melihat jawaban teman di sebelahnya. Melihat gelagat tersebut, pengawas langsung mengambil langkah menertibkan peserta ujian yang curang tersebut dengan melemparkan gulungan kertas. Setelah dilempar kertas, kelas pun kembali tertib tanpa gangguan si pencontek.

”Kalau siswanya kena tembak, pemain dapat poin satu, tapi kalau guru yang dimainkan oleh pemain salah menembak siswa, maka nilainya dikurangi dua angka. Artinya guru juga harus teliti dalam melakukan pengawasan, jangan sampai salah siswa mana yang benar-benar terbukti mencontek,” jelas Firli. Dalam permainan itu terdapat tiga level permainan, mulai dari level SD, SMP, dan SMA.

Semakin tinggi levelnya, kecepatan siswa mencontek juga semakin tinggi, sehingga pemain harus jeli membidik siswa mana yang perlu ditembak.” Ini menunjukkan bila sudah terbiasa mencontek sejak kecil, maka ketika dewasa semakin lihai menconteknya. Padahal, mencontek itu salah satu bentuk korupsi dan tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Dengan karyanya ini, dia berharap bisa memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Meski hanya sekadar games, namun ternyata banyak hal yang bisa diambil pelajarannya. Guru harus mengawasi dengan benar dan siswa dilatih bersikap jujur. ”Mari kita sama-sama basmi aksi mencontek. Jangan terus dibiarkan para siswa berbuat curang,” tuturnya.

Siapa saja bisa memainkan games ini dan menariknya lagi games yang unik ini dapat diunduh gratis di www.mystoryboard.co.cc. *Tautan menyusul*

MASITA ULFAH
KOTA BANDUNG

Avatar ala Gorillaz oleh Awak Arakanlebah

at 8/09/2011 • , , • View Comments

fiveforever.com
Mau dibikinin avatar ala Gorillaz? BTW, tau Gorillaz nggak? Kalau belum tahu, Gorillaz adalah band 'maya', karena semua pemainnya hanya ditampilkan dalam bentuk kartun.

Dibidani oleh Damon Albarn (Blur) and Jamie Hewlett (komikus) pada tahun 1998, band kartun asal Inggris ini menganut aliran Rock Alternatif. Memiliki 4 karakter sebagai pemain Band, masing-masing adalah Stuart '2D' Pot (sebagai vokalis utama, keyboardis, dan melodika), Murdoc Niccals (pemain bass dan drum machine), Noodle (pemain gitar, keyboard, dan  terkadang juga vokal), serta Russel Hobbs (penabuh drum and perkusi).

Formasi terakhir mereka kini berlima, plus Cyborg Noodle – sebagai gitaris yang baru 'bergabung' pada tahun 2010 di album Plastic Beach. Gagasan Gorillaz ini lahir gara-gara mereka menonton MTV, dan merasa tidak ada yang 'menarik' dengan band-band pada saat itu. Kritik itu diwujudkannya dengan membuat band kartun, Gorillaz.
The idea to create the band came about when the two were watching MTV, "if you watch MTV for too long, it's a bit like hell – there's nothing of substance there. So we got this idea for a cartoon band, something that would be a comment on that," Hewlett said.
Nah, teman kita Aldian Primanda, sedang iseng membuat avatar untuk kawan-kawan dengan gaya kartun Gorillaz. Sejauh ini sudah ada 8 karakter yang dibuatkan, yang hasilnya bisa Anda lihat di bawah ini. Kalau mau dibikinin avatar kayak gini, coba saja kontak Aldian via Twitter di @aldianprimanda.








Tinjauan: Desain Menyesatkan & Mencerahkan

at 6/27/2011 • , • View Comments

Karya desain, biar bagaimanapun berkaitan dengan kehidupan. Ia tidak bisa melepaskan diri dari kebutuhan orang-orang, norma yang berlaku, dan kesesuaian dengan konteks lokal. Desain buatan luar negeri belum tentu sesuai dengan ciri unik orang Indonesia, karena secara sosiologis dan fisiologis sudah ada perbedaan.

Sebagai bagian dari penugasan mata kuliah Tinjauan Desain, mahasiswa diminta membuat kajian sederhana tentang dua hal, yaitu contoh karya desain (secara umum) yang dipandang memang menyelesaikan masalah, dan contoh karya desain yang justru menyesatkan khalayak.

Menyelesaikan masalah, jika karya desain itu memang membantu dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Menyesatkan, jika desain itu tidak memedulikan lingkungan sosialnya. Dari beberapa karya kelompok yang masuk, inilah ringkasannya.

Desain yang Menyelesaikan Masalah
Berikut adalah tiga contoh karya desain yang dianggap menyelesaikan masalah.

Sign system ini dikatakan dapat menyelesaikan masalah karena petunjuk ini efisien dan sesuai dengan kriteria yang baik dan benar. Penempatan sign system toilet yang sudah dapat terlihat ketika kita masuk ke pintu utama mall, petunjuk arahnya pun dapat dibuktikan kebenarannya serta mudah dibaca dan mudah dimengerti dengan adanya tambahan visual dari maksud kata ‘toilet’ ini. Di samping itu, petunjuk toilet ini berada di setiap lantai. Bagi pengunjung yang membutuhkan toilet dapat mengikuti petunjuk ini dan akses menuju toilet pun mudah.


Sonim XP3
Ponsel ini benar-benar tahan debu dan air sampai kedalaman 3,3 kaki (sekitar 1 meter). Selain itu ponsel yang diberi nama XP3 Quest ini bahkan tahan banting dari ketinggian 6,5 kaki (1,98 m) di permukaan semen. Diceburkan ke air selama 30 menit pun tak masalah. Ponsel juga bisa beroperasi pada suhu ekstrem, dari – 5 sampai 130 derajat. Pertanyaannya, siapa kira-kira yang membutuhkan ponsel dengan fitur seperti ini?



Iklan ini berjudul Cahaya Asa, dibuat Gudang Garam untuk memperingati hari Natal dan Tahun Baru. Menampilkan nuansa kental Indonesia, iklan ini mengingatkan dan membuka mata masyarakat Indonesia bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang sangat beraneka ragamTapi ada kritik, meskipun ini iklan korporat, tetapi penggunaan anak-anak dirasa kurang tepat.




Desain yang Menyesatkan
Berikut adalah tiga contoh karya desain yang dianggap menyesatkan.

Yang pertama, ini adalah produksi salah satu distro di Bandung yang bernama Prapatan Rebel. Desain kaos ini mengundang kontroversi dan banyak kecaman dari berbagai kalangan termasuk para komunitas musik metal di Bandung. Komunitas metal Death Metal Sindikat Bandung, merasa terhina dengan adanya plesetan logo mereka dalam kaos ini. Desain kaos ini dianggap membajak, melanggar etika dan pelecehan terhadap suatu golongan.

Sign system di salah satu mall tertua di Bandung ini dianggap tidak menyelesaikan masalah karena penempatannya kurang optimal. Tanda ini justru ditempatkan di dekat lokasi Musholla, tetapi sulit ditemukan di lokasi-lokasi strategis dimana orang berkumpul. Sign system biasanya ditentukan dalam standar internasional, seperti yang dimuat di situs AIGA, dan sign untuk Musholla memang tidak/belum diatur. Sementara ISO hanya mengatur prinsip-prinsipnya saja, misalnya dalam ISO 3864-1:2002  dan ISO 7010:2003

Evening inside Angkot Kunci pada jendela angkot selalu sulit untuk dibuka. Menurut kelompok ini, desain kunci yang tidak ramah, membuat peumpang angkot sering putus asa kalau mau membuka jendela pada angkot. Bayangkan jika Anda sedang kepanasan di dalam angkot dengan jendela tertutup, tetapi sulit menggeser atau membuka jendela tersebut. Meskipun kunci itu terlihat masih baru.
Baiklah, ini ringkasan dari tugas masing-masing kelompok yang sudah dipublikasikan juga melalui blog. Catatan yang harus diperhatikan adalah, bagaimana desainer lebih peka dengan lingkungan sosial. Kepekaan itu hanya bisa dibangun kalau desainer mau membuka mata, memiliki empati yang besar, dan setia dengan filosofi desain yang memang bercita-cita meningkatkan kehidupan manusia, bukan malah mengeksploitasinya.

Tautan kelompok:

Update: Yesterday, Now... and Then?

at 5/18/2011 • , • View Comments











Dalam rangka KMDGI 9 Bandung, karya-karya berikut ini adalah bagian yang dipresentasikan para awak arakanlebah, untuk karya tematik berjudul "Yesterday, Now, and Then". Selamat untuk seluruh kru yang sudah bersusah payah bekerja, mulai dari membuat dekorasi hingga mempresentasikan karya-karya ini!


Karya-karya yang kontemplatif ini sekedar mengingatkan, dunia sedang berubah. Mungkin tidak sesederhana apa yang tampak dalam cerita ini, tapi semoga bisa memberi "insight" mengenai apa yang akan Anda lakukan ke depan, ketika dunia berubah. Masih mau mengeluh?

*Visual Info oleh Novieliana Surya | Animasi Flash oleh Firli Gaskins Herdiana | Video 3D Animasi oleh Mario Ismail.

Belajar Design melalui Wallpaper

at 3/08/2011 • , • View Comments

Nemu koleksi "Design is..." yang dijadikan wallpaper komputer di Flickr. Ada berbagai macam ukuran, dan berbagai macam cara ungkap, mulai yang serius sampai sekedar iseng. Lumayan lah, buat belajar tentang design, siapa tahu punya ide juga untuk bikin sendiri... Berikut ini beberapa contoh menarik, selengkapnya cek saja di alamat ini, koleksi bersama beberapa user Flickr.


Design is...


design is


design is 3d


Design

Awak Arakan Lebah Juara di Chitato Video Contest

at 12/30/2010 • , • View Comments

Oleh: Purnomo

Siapa sangka pemenang video contest kategori terheboh ini diawali dari proyek iseng dan coba-coba? Ya. Di bulan Mei kemarin kita-kita angkatan 2008 mengikuti Facebook Video Contest
yang diadakan oleh Chitato dengan tema ‘Life is never Flat’.

Ada 4 kategori video yang dilombakan, Terbaik, Tergokil, Terheboh, dan Favorit. Nah, dari 4 kategori ini dilihatlah masing-masing peluangnya. Kalau targetnya adalah terbaik, rasanya agak mengawang-awang karena parameter terbaik itu agak sulit ditebak, peserta yang berjumlah ratusan berpeluang sama untuk mendapatkannya. Lalu melirik ke kategori video tergokil, melakukan hal gila itu gambling, kalau berhasil ya bagus tapi kalau gagal kesannya bisa garing, masa mau dibilang garing? Kalau kategori Favorit itu gampang, tinggal mengerahkan insan facebook sebanyak-banyaknya untuk me-like video kita, tapi kalau sisa waktu voting cuma seminggu kemungkinan meraup pendukung banyak sangat kecil. Akhirnya melirik kategori Terheboh dengan kriteria paling rame dan heboh partisipannya, tapi tugas berikutnya adalah memunculkan kehebohan itu sendiri, karena rame belum tentu bisa heboh.

Proses syuting tanggal 12 Mei, sementara deadline tanggal 15 bulan yang sama. Glek! Kita mulai dari jam 2 siang sampai jam setengah 6, untuk kebutuhan 1 menit. Yang paling mengenaskan justru ide matang ceritanya muncul sesaat sebelum syuting, sekalipun sudah melakukan perencanaan yang agak lama. Karena pada awalnya cuma mau memakai 2 atau 3 orang, tapi setelah ngelihat anak-anak yang berceceran di teras kelas sambil ngerumpi kepikiran sesuatu untuk memberdayakan mereka. Dari sinilah memantapkan target ke kategori terheboh.

Kun faya kun! Dengan bermodal 2 kamera DSLR jadilah video ini lebih ramai dari yang diperkirakan wahai saudara-saudara.

Konsepnya biasa aja, yaitu bagaimana orang-orang yang berjuang memperebutkan Chitato meskipun sebiji doang. Nah, kalau dikaitkan dengan tema Life is Never Flat, untuk mencapai sesuatu butuh proses perjuangan, tapi nikmati aja dengan keceriaan. Dengan kata lain, kalau nggak menantang nggak seru. Setelah masuk nominasi di kategori terheboh, video ini harus bersaing dengan 5 nominator lain untuk memperebutkan singgasana pemenang.

Deg-degan nunggu pemenang, itu pasti, artinya organ jantung masih berfungsi dengan baik sesuai kodratnya.  Yap! Pada tanggal 10 Juni daftar pemenang pun dikeluarin. Sekali lagi, kun faya kun! Eeeh…menang! Ada kepuasan emosional  ketika karya kita diapresiasi baik oleh banyak orang. Dan lumayan, dikirimin sekardus Chitato yang kalau dimakan sendiri bisa bikin mblenger saking buanyaknya. Tidak lupa pundi-pundi rupiah sebanyak 3 juta menyertainya dengan hangat.

Well, langsung aja tonton videonya. Bisa dari youtube, atau dari Facebook. Heboh !

Asosiasi Komik Digital Bandung in Action

at 11/22/2010 • , • View Comments

Kami Turut Berduka!

at 10/27/2010 • • View Comments



Bencana beruntun, baik yang memakan korban jiwa maupun hanya harta benda, sungguh sangat menyayat hati dalam sepekan ini. Segenap pengelola blog arakanlebah ini, dan semoga juga mewakili komunitas desain komunikasi visual Universitas Pasundan, mengucapkan turut berduka, dan berbelasungkawa untuk pada korban.

Mulai dari Banjir bandang di Wasior, Papua, lalu yang baru-baru ini gempa dan tsunami di Mentawai, lalu meletusnya Gunung Merapi.

Tak banyak yang bisa kami lakukan, selain hanya berdoa, semoga para korban yang meninggal diterima di sisi-Nya, dan korban lainnya segera disembuhkan dari penderitaannya. Bagi seluruh keluarga yang tercecer karena bencana, semoga dikuatkan hatinya, diberi keselamatan untuk melalui kepiluan ini.

Upaya penggalangan dana, dan sukarelawan sudah banyak dilakukan. Siapapun yang mau turut membantu, silakan temukan informasinya yang sudah banyak dipublikasikan melalui media massa, maupun melalui jejaring sosial. Melalui Twitter, salah satu akun yang menerima pendaftaran sukarelawan adalah @bloggerpeduli, atau langsung ke blognya di http://bloggerpeduli.org/ Untuk sumbangan, bisa melalui Pos.Langsat.org

Indonesia berduka (lagi). Mohon bantu hentikan tangisannya.

Inspirasi di Dinding

at 5/28/2010 • • View Comments

Sejak jaman saya kuliah, gambar-gambar "nakal" di sepanjang dinding kampus adalah hal biasa. Kenakalan ini tetapi terkadang mengundang senyum juga, memberi suasana yang lain. Tapi tentu saja ini bukan perbuatan yang disarankan, karena sifat vandalisme-nya bikin senewan pejabat di kampus.

Di balik kenakalan seperti ini, sebenarnya ada kreatifitas. Sayang sekali kalau kreatifitas semacam ini harus berujung di ruang sidang kedisiplinan, atau cuma sekedar mengotori dinding-dinding kampus. Selain persoalan kreatifitas, juga ada aspirasi yang tampaknya ingin dimunculkan. Pemilihan simbol-simbol yang tidak lazim, jelas menunjukkan keinginan kreatornya untuk mendapatkan perhatian. Maunya sih membuat kontroversi, karena kontroversi selalu menjadi buah bibir. Dan setiap kali menjadi buah bibir, lalu kreatornya akan menjadi bangga.

Persoalan eksistensi juga bisa melatarbelakangi kreatifitas seperti ini. Biasanya, simbol-simbol yang mereka pilih, adalah representasi cara berpikirnya. Ketika seseorang merepresentasikan dirinya sebagai monyet, maka dipilihlah gambar monyet. Atau ingin menggambarkan sebuah situasi, orang tertentu yang menjadi sasaran pesan tersembunyi di balik simbol-simbol tersebut. Eksistensi isu yang ingin disampaikan, atau personal yang dituju, menjadi inspirasi terhadap lahirnya simbok-simbol di dinding seperti ini.

Tapi bisa saja, gambar-gambar itu tidak bermakna apa-apa. Pokoknya ya mau nggambar itu, maka digambarlah. Ini tipe-tipe iseng kelewat batas yang butuh penyaluran. Energinya kelewat besar, tapi terlalu takut untuk tampil secara formal, misalnya dalam bentuk pameran karya. Berbagai pembenaran bisa diajukan, antara lain yang paling mudah adalah kemalasan dalam berurusan dengan tetek bengek pengorganisasian pameran.

Tanggapan terhadap perilaku vandalisme ini tentu juga beragam. Ada yang melihatnya sebagai "kejahatan" kampus, tapi ada juga yang menganggapnya sebagai perilaku bawaan SD-SMA yang belum hilang. Ya, perilaku anak-anak menggambar di sembarang tempat, adalah ekspresi ketidaktahuan mereka tentang mana yang buruk dan mana yang benar. Bahkan di masa remaja, ada kecenderungan menantang norma-norma positif, hanya untuk menunjukkan dirinya sebagai entitas yang eksis. Bisa dimaklumi, karena ini adalah masanya mencari jati diri.

Bentuk lain yang unik, yang sering kita temui di WC-WC sekolahan adalah tulisan seperti ini: "Jangan Corat-coret di Tembok". Tapi lalu di bawahnya, muncul tulisan baru, "Iya, saya juga tahu." Lalu bersambung lagi di bawahnya, "Yeee! Udah tahu dilarang corat-coret!" Dan seterusnya. Tulisan-tulisan semacam ini selalu mengundang senyum, karena biasanya terletak di dinding bagian samping tempat buang hajat. Artinya, kemungkinan besar para pencoret melakukan aksinya sambil menikmati ritual buang hajatnya. Ritual buang hajat memang melahirkan banyak kreativitas, ternyata.


Tentu saja akan lebih baik kalau energi besar yang mereka miliki, dituangkan dalam kompetisi karya seperti pameran karya. Pameran karya tidak perlu menjadi obyek keluhan tentang tetek bengek urusan administratif yang menyebalkan, karena urusan seperti itu adalah hal nyata yang akan dihadapi. Lari dari urusan sepele semacam itu, adalah bentuk kepengecutan untuk berkarya. "Kalau mau eksis, ya nggak perlu lebay, please", kata slogan iklan rokok itu.


Slogan itu cocok, dan benar adanya. Apresiasi terhadap karya-karya kreatif seperti ini, akan lebih menarik jika dikemas secara kreatif pula.  sehingga bisa melahirkan budaya berkarya yang kondusif untuk lahirnya para insan kreatif. Kalau masih percaya bahwa kreatifitas adalah Out of the Box, itu adalah kepercayaan yang soo yesterday. There is no box, my friend!

This Stone Was A Person

at 1/28/2010 • , • View Comments



Judul : This Stone Was A Person
Story & Ilustration : errithethird
Design : Kontemplacity Studio 09
Was reviewed by : Sundea, Salam Matahari

Tapi bukan berarti TSWAP tak bicara apa-apa. Batu punya cara bercerita sendiri. Dingin adalah bahasa. Kelabu adalah bahasa. Keras pun bahasa. Lumut yang melicin di permukaannya juga bahasa. Pada TSWAP, kita membaca yang tersirat..

Diawali dengan kekosongan. Satu scene perpisahan. Tujuh scene detail di hadapan nisan...

LOMBA POSTER NASIONAL 2009 - IPDA

at 6/30/2009 • , , • View Comments


Kali ini IPDA2009 mengadakan lompa poster dengan tujuan secara kreatif menggali dan mengkomunikasikan kembali nilai-nilai luhur yang turut membangun bangsa kita. Nilai luhur sangat beragam, tentu akibat keberagaman suku-suku yang mewarnai Indonesia. Namun, ada esensi nilai luhur tersebut yang mengakar dengan kesadaran seluruh bangsa. Misalnya seperti: Gotong Royong, Saling Menghormati, Menjaga Kerukunan, Tolong Menolong, Tenggang Rasa, Rendah Hati, Sopan Santun, dan banyak lagi.

Nilai luhur bukan sekedar warisan tetapi sikap yang menentukan watak bangsa serta citra khas manusia Indonesia. Oleh karena itu, di kekinian yang global, teknologis, dan majemuk, hanya nilai luhur yang data mengikat erat kita sebagai bangsa yang bermartabat.
Lengkapnya dari desaingrafisindonesia.wordpress.com

UPDATE: Para finalis sudah dimumkan, disini: 24 Karya Finalis Lomba Desain Poster IPDA 2009

Pinasthika Award Student 2009

at 6/18/2009 • • View Comments


“Mimpi untuk Masa Depan Anak Indonesia”

Key Facs/Issues:

Pernahkah Anda bayangkan bahwa jumlah anak putus sekolah di negeri tercinta ini ternyata sudah puluhan juta? Menurut data resmi yang dihimpun dari 33 Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di 33 provinsi, jumlah anak putus sekolah pada tahun 2007 sudah mencapai 11,7 juta jiwa. Jumlah itu pasti sudah bertambah lagi tahun ini, mengingat keadaan ekonomi nasional yang kian memburuk.

Ternyata, peningkatan jumlah anak putus sekolah di Indonesia sangat mengerikan. Lihatlah, pada tahun 2006 jumlahnya “masih” sekitar 9,7 juta anak; namun setahun kemudian sudah bertambah sekitar 20 % menjadi 11,7 juta jiwa. Tidak ada keterangan dari Komnas PA apakah jumlah tersebut merupakan akumulasi data tahun sebelumnya, lalu ditambah dengan jumlah anak-anak yang baru saja putus sekolah. Tapi kalaupun jumlah itu bersifat kumulatif, tetap saja terasa sangat menyesakkan.

Bayangkan, gairah belajar 12 juta anak terpaksa dipadamkan. Dan 12 juta harapan yang melambung kini kandas di dataran realitas yang keras, seperti balon raksasa ditusuk secara kasar hingga kempes dalam sekejap. Ini bencana nasional dengan implikasi yang sangat luas, bahkan mengerikan.

Dewasa ini dimana tuntutan standar pendidikan demikian tinggi dengan slogan kesempatan seluas-luasnya bagi anak Indonesia untuk belajar ternyata tidak seimbang dengan kenyataan. Sangat banyak anak Indonesia yang tidak memiliki kesempatan belajar selayaknya anak-anak orang berpunya. Anak cerdas, pintar, memiliki etos yang tinggi untuk belajar tetapi dirundung duka karena kesempatan itu sirna direnggut kejamnya kehidupan, karena tuntutan orang tua agar anak-anaknya membantu mencari sesuap nasi. Akhirnya panasnya matahari lebih akrab dari pada pensil, debu jalanan lebih intim dibandingkan buku pelajaran, mereka tidak tahu masa depan mereka akan seperti apa.

Apakah sama dengan orang tuanya? Menjadi pemulung di kolong jembatan, atau pedagang kecil kaki lima tanpa modal. Atau justru sebaliknya mereka akan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik? Tampaknya mimpipun mereka takut, karena kesempatan itu tidak datang pada mereka.

Tidak semua anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk merengkuh mimpi-mimpinya. Masih banyak dari mereka tidak mampu. Saatnya sekarang mengajak semua orang untuk peduli. Saatnya masyarakat yang mempunyai kemampuan lebih untuk turun tangan mengambil bagian dalam mengisi masa depan anak-anak Indonesia. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Mimpi mereka sudah harus dikejar

Advertising Objectives

  • Mengajak kepada semua orang yang mampu untuk mendonasikan sebagian hartanya untuk anak-anak Indonesia.
  • Memberikan gambaran yang jelas bahwa tanpa partisipasi masyarakat, anak-anak Indonesia tidak akan mendapatkan kesempatan meraih mimpi-mimpinya

Primary Target Audience

Eksekutif mapan SES A/B, 35 – 45 th
Rutin mencari informasi pada media massa cetak dan elektronik, memiliki email dan akun jejaring sosial, tergabung dalam komunitas/organisasi masyarakat

Key Message

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif membangun masa depan generasi bangsa dengan membantu anak Indonesia meraih impiannya.

Mandatory

Komunikasikan Iklan Layanan Masyarakat ini dalam iklan cetak (print ad) yang dipersembahkan oleh PPPI Peduli sebagai mediator utama.
Arahkan aksi donasi pada situs www.pppipeduli.or.id

Tone and Manner

Humanis, dinamis, kreatif

Desired Response

  • Ya! Saya akan donasi sekarang juga.
  • Aku harus bantu anak Indonesia untuk meraih mimpi mereka.
  • Tidak bisa ditunda lagi, aku harus sisihkan semampuku untuk mereka.

DEADLINE 

entry 26 Juli 2009 (expired)

Media Literacy - BeConfident

at 6/17/2009 • , , • View Comments



Terinspirasi oleh kegiatan CreAdtive yang diselenggarakan mahasiswa FIKOM UI, bertema Be Confident, You're All Born Beautifully...

Lengkapnya ada di sini.

Kuliah Umum {Re}Branding tvOne

at 5/14/2009 • , • View Comments




Kuliah Umum {Re}Branding tvOne

Lativi menuju tvOne, dari tivi esek-esek, horor, dan banting-bantingan, jadi tv news yang cerdas, lugas, dan kritis. Pada akhirnya, arah brand tidak saja dipengaruh oleh mekanisme pasar, tetapi juga oleh mekanisme pemilik modal. Kapital. 

Kalau Anda punya uang banyak, dan punya gagasan brand Anda mau kemana, lebih mudah kayaknya terwujud. Strategi adalah soal lain, karena pada akhirnya strategi tetap harus menyesuaikan diri dengan bujet. Bujet. Anggaran. Modal. Jadi, belajarlah membuat strategi dalam keterbatasan bujet, atau dalam limpahan bujet. Target audience, adalah salah satu komponen lain dalam membuat strategi, dan rangking prioritasnya bisa di bawah bujet. Lagi, bujet.

TvOne menerapkan strategi branding yang disebutnya "kontroversi".  Buat mereka, berita kontroversial itu menarik minat. Mungkin akan memunculkan pro dan kontra, tapi itulah seninya. TvOne akan sangat senang jika menjadi bahan pembicaraan, karena kontroversinya. Jadi, semakin kontroversial, semakin mereka bersemangat untuk memunculkannya.

Ini sesuai dengan slogan mereka, "Kami Hanya Mengabarkan, Anda yang Menentukan".

Barudak DKV UNPAS in action

at 5/13/2009 • • View Comments

yup,,akhirnya filmnya rampung juga,,tunggu penayangan di tanah air...heehe! Cek infonya disini.

Pemenang Lomba Poster "Kosmologi Sunda"

at 3/28/2009 • , , • View Comments


UPDATE:
Hadiah untuk pemenang akan dikirim ke alamat peserta, sesuai data yang tercantum pada formulir pendaftaran. Informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Boy Irwan
Sekretaris Jurusan DKV,
Fakultas Ilmu Seni dan Sastra,
Universitas Pasundan,
Jl, Setiabudi 193 Bandung.
Telp. 022 2001984
Paling lambat 1 minggu setelah pengumuman ini (30 Maret 2009).
Selamat untuk para pemenang!

Lomba Poster "Peduli Budaya Sunda"

at 3/24/2009 • , , • View Comments


Informasi selengkapnya, silakan download file pengumuman lomba dan form pendaftarannya di sini: Teknis Lomba Poster.pdf (739 kb). Selamat Berlomba!

Desainer, Sadarlah!

at 3/20/2009 • , , • View Comments



Ini bukan scam. Billboard ini memang benar-benar ada di Vegas sana, tahun 2000. Silakan lihat sendiri buktinya, di sini. Kalimat ini sebenarnya adalah kutipan dari Tibor Kalman, seorang desainer grafis yang berpengaruh. Ia juga salah satu penandatangan First Things First 2000 manifesto.

Inilah naskah lengkapnya First Things First 2000 Manifesto:
We, the undersigned, are graphic designers, art directors and visual communicators who have been raised in a world in which the techniques and apparatus of advertising have persistently been presented to us as the most lucrative, effective and desirable use of our talents. Many design teachers and mentors promote this belief; the market rewards it; a tide of books and publications reinforces it.
Encouraged in this direction, designers then apply their skill and imagination to sell dog biscuits, designer coffee, diamonds, detergents, hair gel, cigarettes, credit cards, sneakers, butt toners, light beer and heavy-duty recreational vehicles. Commercial work has always paid the bills, but many graphic designers have now let it become, in large measure, what graphic designers do. This, in turn, is how the world perceives design. The profession's time and energy is used up manufacturing demand for things that are inessential at best.
Many of us have grown increasingly uncomfortable with this view of design. Designers who devote their efforts primarily to advertising, marketing and brand development are supporting, and implicitly endorsing, a mental environment so saturated with commercial messages that it is changing the very way citizen-consumers speak, think, feel, respond and interact. To some extent we are all helping draft a reductive and immeasurably harmful code of public discourse.
There are pursuits more worthy of our problem-solving skills. Unprecedented environmental, social and cultural crises demand our attention. Many cultural interventions, social marketing campaigns, books, magazines, exhibitions, educational tools, television programs, films, charitable causes and other information design projects urgently require our expertise and help.
We propose a reversal of priorities in favor of more useful, lasting and democratic forms of communication - a mindshift away from product marketing and toward the exploration and production of a new kind of meaning. The scope of debate is shrinking; it must expand. Consumerism is running uncontested; it must be challenged by other perspectives expressed, in part, through the visual languages and resources of design.
In 1964, 22 visual communicators signed the original call for our skills to be put to worthwhile use. With the explosive growth of global commercial culture, their message has only grown more urgent. Today, we renew their manifesto in expectation that no more decades will pass before it is taken to heart.
Sumber: http://www.xs4all.nl/~maxb/ftf2000.htm

Kosmologi Sunda

at 3/14/2009 • • View Comments