DKV UNPAS Bandung: Kreativitas

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Tampilkan postingan dengan label Kreativitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kreativitas. Tampilkan semua postingan
Maksud tulisan ini bukan tutorial atau step-by-step membuat logo, karena itu sudah banyak dibahas di buku-buku, situs web dan di kuliah sekolahan desain. Yang dibahas disini adalah yang kadang luput diperbincangkan dalam referensi tersebut. Sesuatu yang ‘sudah pasti’ tapi seringkali diabaikan dalam membuat logo.

LOGO BUKAN HANYA SEKEDAR SIMBOL
Logo adalah simbol yang berfungsi sebagai identitas dari suatu entitas (bentuk entitasnya bisa berupa perorangan, perusahaan atau jasa). Logo bukan hanya simbol, tapi ia harus identik (mirip hingga ke detailnya) dengan entitasnya. Jadi langkah pertama membuat logo bukan dengan cara membuat sketsa bentuk simbol, tetapi harus dimulai dengan mengenali seluk beluk entitasnya.

LOGO HARUS UNIK, TITIK!
Kunci utama agar simbol menjadi ‘logo’ adalah ia harus unik. Kesulitannya, logo yang unik seringkali bentuknya tidak familiar, sehingga banyak menimbulkan penolakan. “Ah, jangan yang ini. Karena nggak seperti logo Bank!” memiliki ke’seperti’an dengan yang lain adalah musuh utama keunikan. Perlu ditekankan bahwa logo tidak harus menggambarkan lingkup usahanya (yang bisa membuatnya sama dengan yang lain), tetapi logo harus dapat menggambarkan karakter entitasnya. Ikuti saja kodrat alamiah entitas, bahwa setiap entitas itu adalah unik dan seharusnya memang tidak sama dengan yang lain.
Sebuah logo Bank yang tidak seperti logo Bank. Desain oleh Saffron (foto: http://saffron-consultants.com)
JANGAN MENDESAIN LOGO DENGAN METODE YANG  SAMA
Metode atau tatacara/prosedur membuat logo pun harus dibuat unik, yaitu disesuaikan dengan masalahnya. Metode membuat desain logo harus terus diperbaharui, kadang logo tidak harus memiliki visibility (keterlihatan) atau readability (keterbacaan) yang tinggi, karena tampilannya harus agak misterius, misalnya.
Logo yang misterius tidak harus memiliki visibility dan readability. (foto: http://www.larryeeles.com)
LOGO TIDAK HARUS KONSISTEN, TAPI HARUS KOHEREN
Koheren adalah konsisten secara logis; artinya, logo tidak harus berupa satu tampilan yang itu-itu saja. Logo bisa muncul dalam variasi konfigurasi tertentu. Jadi ia fleksibel, dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta kondisi di sekitarnya.
Logo harus fleksibel, dinamis dengan lingkungannya. (foto: http://saffron-consultants.com)
JADI, LUPAKAN LOGO YANG TRENDY
Terakhir, hindari pendekatan wujud logo yang mainstream atau ikut arus trend. Jadilah tidak popular.
Selamat membuat logo!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @didiologi
Kunjungi juga rumah Saya disini
Pesawat Transparan
Kreativitas sebagai Ruang Imajinasi Ide Cemerlang versus Kenyataan

Creativity = Create + Activity
Kreativitas = Kreasi + Aktivitas = Aktivitas mencipta

Jika melihat definisi di atas berarti orang yang mampu menelorkan ide saja belum bisa dikatakan orang kreatif. Berdasarkan definisi tersebut orang kreatif adalah orang yang mau bersusah payah menuangkan ide bagusnya kedalam bentuk yang nyata, orang yang berhasil membuat idenya terealisasi, tentunya ide yang baik, bukan ide yang biasa-biasa saja, bukan pula ide contekan. Setuju tidaknya Anda akan pernyataan ini semua terpulang pada pandangan pribadi masing-masing.

Kalau begitu bagaimana dengan orang-orang yang pandai berkonsep, yang idenya banyak, yang bisa berkhayal, bisa mikir ini dan itu? Bagaimana dengan para demonstran yang dibenaknya terisi khayalan akan keadaan ideal, apakah mereka juga bisa disebut orang kreatif?

Mari Kita lihat kreativitas yang memiliki bentuk nyata, dimana pemikiran ide yang cemerlang diperjuangkan dengan susah payah oleh si pemilik kreativitas. Steve Jobs, bisa jadi pendiri Apple Computer adalah CEO yang paling kreatif sampai saat ini. Sebagai seorang yang penuh ide cemerlang, Steve Jobs tak berhenti sampai di tahap khayalan, namun melangkah dan bekerja keras membawa ide tersebut sampai pada kenyataan. Kombinasi antara kreativitas dan kerja keras inilah yang akhirnya membawa pada kesuksesan. Steve melakukan terobosan-terobosan baru yang kreatif mulai dari product PC yang sophisticated, MP3 yang paling “cool” iPod, layanan download lagu iTunes, smartphone berteknologi canggih yang ‘menyenangkan’ iPhone, sampai pada iPad yang sama sekali tidak ternalar oleh otak Kita hehehe (berlebihan ya). Oh iya seperti Kita ketahui semua Steve juga adalah orang yang menjadi penyelamat Apple dari bahaya kebangkrutan semasa hidupnya.

Sebagai pribadi yang kreatif tentu otak kita di penuhi dengan ide-ide cemerlang dan idealisme. Pilihannya adalah apakah kita hanya berhenti di titik khayalan atau kita mau turun tangan, bekerja keras membuat ide kita menjadi kenyataan. Apakah kita akan dinilai sebatas orang yang idenya kreatif atau pribadi yang benar-benar kreatif dan sukses, tergantung pada realisasi ide dan hasil akhir.

Memiliki ide cemerlang barulah awal dari suatu pekerjaan, selanjutnya adalah kerja keras, perencanaan yang matang, usaha persuasive yang jitu dan daya tahan untuk bisa merealisasikan ide tersebut sampai jadi kenyataan.

Akhirnya kalau Saya boleh menyimpulkan bahwa untuk menjadi orang kreatif setidaknya inilah yang harus kita miliki dan terus kita ingat yaitu jangan lupa untuk menjadi pribadi yang PROBLEM SOLVER, INNOVATIVE, VISIONER, STRUGGLE, SPONTAN, EVALUATOR dan IMPLEMENTATOR, ELABORATION dan tentunya ORIGINALITY.

Gimana sudah siap merealisasikan ide cemerlang Anda???