DKV UNPAS Bandung

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung


Saat pertama kali diskusi tentang permasalahan apa yang bisa dijawab dengan desain - khususnya Desain Komunikasi Visual - saya sudah peringatkan bahwa ada banyak masalah di luar sana. Semua persoalan itu, hanya bisa diselesaikan secara proporsional. Artinya, ada solusi yang bisa ditawarkan oleh DKV, tapi banyak pula yang butuh upaya lebih besar.

Masalah apa yang bisa diselesaikan oleh DKV? Yang pasti, terkait dengan persoalan komunikasi. Pada dasarnya, komunikasi hanya mampu menjangkau ranah informasi. Tahu atau tidak tahu, adalah persoalan mendasar yang bisa dijawab dengan informasi. Meski kata awareness bisa diterjemahkan lebih kompleks menjadi kasadar-tahuan, tetapi basis dari yang bisa dikelola oleh DKV adalah informasi.

Maka, saya minta diskusi difokuskan pada sesuatu yang bisa ditawarkan DKV Unpas sebagai solusi konkrit. Dari sekian banyak masalah yang diajukan, persoalan angkutan kota di Kota Bandung yang kemudian diangkat. Kebetulan, gagasan ini sebelumnya sudah  jadi wacana di kampus.

Selebihnya, saya tidak ikut campur lagi. Teman-teman panitia KMDGI X yang kemudian bergerak dan menyelesaikan karya ini. Sampai akhirnya video di atas dibagikan ke media sosial.

Selamat, guys! Semoga Arakan Lebah kembali berkibar di ajang Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis (KMDGI) X nanti.

Nicholas Felton : Data Visual Guru!

at 4/15/2013 , View Comments

infografik perjalanan Nicholas di New York
Seorang Data Visualizer yang baru saja mengundurkan diri dari Facebook ini, membuat laporan taunan tentang hidupnya dan menampilkannya dalam visualisasi data yang ciamik. Beliau membawa kemampuan memvisualisasi data kedalam kehidupan sehari-harinya, dan hal ini telah dilakukan sejak tahun 2005. Dimulai dari jenis makan, perjalanan, buku yang dibaca, dan bahkan tanaman yang mati karenanya.
Laporan taunan yang telah dibuat bisa dilihat di feltron.com dan jika kamak-kamak tertarik untuk membuat laporan taunan juga seperti Nicholas, bisa daftar di daytum.com  yang juga merupakan web hasil prakarsa si bapa satu ini.

Ini dia Bapa Nicholas Felton dengan laporan taun 2007 nya
Jadi Kamak-kamak sekalian yang ingin belajar lebih lanjut tentang visualisasi data, coba saja tengok karya-karyanya beliau ini, semoga terinspirasi.

Inspiration: Be brave, be safe

at 1/23/2013 View Comments



Advertising Agency: The Oddshop, Amsterdam, The Netherlands
Creative Directors: Niels de Wit, Robert van der Lans
Art Director: Niels de Wit
Copywriter: Robert van der Lans
Production company: Eyeforce
Music: Jorrit Kleijnen, Alexander Reumers, Marijn van der Meer
Published: December 2012
Connecting adalah film dokumenter pendek yang dibuat oleh  Bassett & Partners dan Microsoft yang mengeksplorasi bagaimana hidup kita dan gadget yang kita miliki akan merubah hidup kita di dunia yang saling terhubung. Film yang berdurasi 18 menit ini layak di tonton, didalamnya terdapat wawancara para desainer dari Method, Twitter, Arduino, Frog, Stamen, Microsoft, dan Nokia.



Kolaborasi adalah kata kunci berikutnya ketika telah terhubung, sebagai contoh bisa kita lihat di http://www.thejohnnycashproject.com  dimana semua orang berpartisipasi menggambar di setiap frame yang disediakan pada video klip Johnny Cash yang telah disediakan, kemudian hasil gambarnya disatukan kembali sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk animasi hasil gambar semua yang berpartisipasi menjadi sebuah video animasi.


Dan kemudian teknologi baru di dunia internet yang mulai naik daun yaitu HTML5, yang akan membantu memfasilitasi visualisasi di dunia digital. Misalnya yang dilakukan oleh browser chrome pada alamat http://thewildernessdowntown.com/ menggunakan video, animasi, dan google map yang menghasilkan film pendek menuju lokasi yang kamak-kamak ketik di halaman pertama web tersebut.


Ada kata-kata menarik dalam film connecting yang disebutkan oleh Braise Aguera Y Arcas - Architect of Bing Mobile and Bing Maps yang mengatakan "Analog itu indah tetapi jangan berpikir analog". Komplek, menegangkan, sekaligus menantang kamak-kamak sekalian dalam mendesain nanti.

Sepatu Dr Martens adalah sepatu yang tadinya diperuntukan untuk para pekerja lapangan, yang kemudian berubah menjadi salah satu simbol perubahan budaya anak muda, karena sepatu ini banyak dipakai oleh grup band ternama yang beraliran punk, skinhead, ska dan grunge serta aliran musik yang lainnya. Desain yang tidak berubah dari tahun 50 ini sampai sekarang masih bertahan dan tetap disukai. Ciri khasnya adalah sol yang berwarna kuning karet serta benang sol yang berwarna oranye, tidak lupa tulisan "Air wair" berwarna kuning dengan warna latar hitam yang menjuntai keluar di bagian belakang sepatunya. Bagi saya sepatu ini adalah sepatu Impian :D



Coklat Toblerone, Ga akan ditolak kalo ada yang ngasih. Coklat ini sangat khas sekali dengan desainnya yang berbentuk segitiga. Tidak ada coklat lain yang berbentuk seperti ini (ya setau saya tidak ada, belum nemu kali yak..) dan ketika coklat ini berada di jajaran rak toko serba ada, akan terlihat mencolok dibandingkan dengan produk coklat lainnya. Bentuk segitiga ini seolah-olah menggambarkan pegunungan Alpen, Swiss, dimana saat mendengar tempat tersebut maka terlintaslah coklat (ato gak jam tangan hihi). Saya suka coklat toblerone yang berwarna putih, desainnya dan rasanya hehe...


Mau tau para juara yang lainnya? baca aja disini oks kamak-kamak! oya ini yg bagian ke 1 nya.
Related Posts with Thumbnails