DKV UNPAS Bandung: Bagaimana Mencetak Blok Hitam

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Bagaimana Mencetak Blok Hitam

at 3/21/2008 , View Comments

Berikut artikel dari kertasgrafis.com. Warna hasil cetak hitam dengan cetak offset seringkali kurang memuaskan, ada yg terihat pucat, tidak gloss, dan kurang pekat. Ada beberapa hal yg perlu diperhatikan dalam mencetak tinta warna hitam dalam cetakan offset, seperti subtrate yangg dipakai (absorb/un-absorb), ketebalan lapisan cetak, jenis tinta yg dipakai.

Bahan cetak. Mencetak di atas bahan yang menyerap akan lebih tebal bila dibandingkan dengan material yang tidak menyerap bila ingin menghasilkan density warna yg sama. Karena lapisan tinta pada permukaan menyerap akan terserap lebih banyak. Hal ini berlaku pula terhadap bahan yang permukaannya tidak rata atau berbeda. Sebagai contoh, cetak gravure umumnya mencetak pada bahan kurang menyerap dan lebih rata permukaannya, maka warna hitam yg dihasilkan tentu lebih baik.

Black vs CMY. Mencetak warna hitam idealnya hanya memakai tinta hitam saja, pencampuran dengan warna yg lain (process C,M,Y) hanya sebagai tambahan. Dan pasti tiap orang akan berbeda presepsi tentang kehitaman suatu warna. Pengertian pekat atu hitam pekat tidak seragam antara satu orang dengan laiinya, karena hitam pekat versi saya adalah hitam kebiruan, dan bagi yang lain bisa jadi hitam kekuningan. Sebagai contoh tentang warna hitam BMW, yang menurut salah satu suplier pigment memakai pigment hitam yang arah warnanya kekuningan (yellowish black).

Tips. Bila ingin mencetak warna hitam di atas material yang menyerap dengan Cetak Offset silahkan pilih tinta yang bertipe ”quick setting”, agar tidak banyak masalah dengan ”mblobor” dan waktu pengeringan lapisan tinta lebig cepat), dan pakai yg tipe High Density (HD). Kalau satu kali cetak kurang memuaskan bisa juga duakali naik cetak dengan catatan tinta hitam yang sedikit mengandung wax. Dan lebih baik cetakan Blok hitam diberi OPV untuk mencegah rontok. Dan tentu kalau mencetak banyak blok tumpukan hasil kertas cetak di buat serendah mungkin untuk mencegah set-off. OPV adalah Over Print Varnish, umumnya dilakukan terhadap cetakan yang dipergunakan untuk cover publikasi, atau packaging untuk mencegah tergoresnya hasil cetakan, selain itu juga menambah glossy hasil cetakan. OPV bisa berbentuk Oil-base juga water-base.

 Artikel yang berhubungan: Membuka bisnis Penerbitan
blog comments powered by Disqus
Related Posts with Thumbnails