DKV UNPAS Bandung: September 2011

Arakanlebah, Komunitas DKV UNPAS Bandung

Baru: Interactive Infographic

at 9/30/2011 , View Comments

Belum selesai dengan tren infografik yang statis, muncul lagi inovasi baru. Era informasi yang berjubel ini orang-orang ingin menyederhanakan informasi dalam sebuah grafik yang menarik, sehingga dapat tersampaikan dengan lebih cepat, sederhana dan komunikatif.

Infografik yang awalnya banyak dipakai untuk kepentingan visualisasi data, dan banyak diaplikasikan di majalah atau koran yang kemudian berkembang di dunia internet untuk hampir setiap informasi. Coba saja kawak-kawak gugling "Infographic"klo kaga percaya...

Nah ini dia yang baru, saya menemukan Infografik Interaktif seperti berikut :


Sebelumnya mungkin kita udah familiar dengan produk-produk interaktif, apalagi di dunia internet. Nah, karena itu perpaduan ini menjadi menarik, karena tren infografik yang muncul di internet, maka sangat mungkin untuk menjadi interaktif. Pertanyaanya, infografik itu apakah perlu di interaktifkan?

Coba tolong dijawab ya.

Menurut saya sih, *atau kami, karena artikel ini ditulis rombongan* tidak ada masalah dengan format tampilan infografik yang interaktif. Deuh beribet. Dengan dibuat interaktif, ruang untuk menampilkan infografik jadi makin hemat. Bayangkan kalau infografiknya dibuat dalam satu halaman memanjang ke bawah, seperti infografik-infografik yang biasanya. Gambarnya jadi panjang ke bawah, dan harus scroll down terus dan terus...

Tapi kan gak perlu klak-klik?

Ya iya sih. Pilih mana, scroll down atau klak-klik sana sini nyari informasi? Kelebihan infografik biasa, semua informasi bisa tampil sekali jadi. Tak perlu ada aksi dari pembaca untuk menemukan informasi. Dengan infografik seperti ini, maka informasi hanya bisa dilihat berdasarkan permintaan pembaca. User demand information. Ciyeeh.

Makanya disebut interaktif, pret.

Lagipula gagasan awal infografik, memang untuk menggantikan paragraf panjang lebar seperti artikel ini. Eh bukan. Biasanya kan data disajikan daam bentuk tabel atau grafik, dan nah infografik ya bagian dari grafik yang bicara data. Coba kalau grafik pertumbuhan 'anu' harus dijelaskan panjang lebar, yang baca keburu pingsan. Apalagi kalau dipakai untuk presentasi. Infografik jadi sangat ringkas, padat, dan jelas. Kalau bener bikinnya.

Jadi, kesimpulannya?

Ya bebaslah, mau bikin infografik interaktif, interaktip, interaktiv... *plaak*

Logo Baru Gerakan Hak Asasi Manusia Internasional

at 9/27/2011 , , View Comments

Seperti yang pernah dibahas di sini: Bersama-sama Membuat Logo Human Rights, pengembangan logo gerakan hak asasi manusia (human rights) telah dilakukan melalui kontes internasional melalui situs humanrightslogo.net. Kurang lebih 15.000 karya  mengikuti lomba ini, termasuk beberapa awak arakanlebah.

Final pemilihan logo dilakukan pada tanggal 23 September lalu. Pemenangnya adalah logo stilasi telapak tangan dan burung merpati karya Predrag Stakic yang berasal dari Serbia. Logo itu  diberinya judul "Free as a man."

Menurutnya, logo ini terinspirasi dari dua simbol ketika membaca deklarasi universal tentang hak asasi manusia. Dari sana ia melihat dua aspek, tangan manusia dan burung sebagai lambang kebebasan. Ia lalu bereksplorasi untuk menemukan simbol yang baru. Tapi ia sendiri sadar, sekedar logo tidak akan mengubah apapun. Setidaknya, logo ini bisa menyatukan gerakan menegakkan hak asasi di manapun di muka bumi.
“In the preamble it says that human rights are the foundation for creating a free, just, and peaceful world in the future. I put that in the design using two universal symbols – a hand and a bird – to make something new.” The winner of the competition does not think that a single logo can change the world. “Not this one either. But a logo is a symbol around which people can rally, and people can change the world.” 
- Press release humanrightslogo.net
Kalau melihat daftar jurinya, pemenang kontes logo ini pasti bisa bangga. Politisi kelas dunia, para aktivis hak asasi, juga para desainer papan atas, dan pejabat dari berbagai negara menjadi juri yang akhirnya menentukan logo mana yang paling pantas. Coba tengok daftarnya di bawah ini.

Para aktivis perdamaian dan HAM:
  • Navanethem Pillay (South Africa) - UN High Commissioner for Human Rights,
  • Aung San Suu Kyi (Myanmar) - pemenang Nobel Perdamaian,  
  • Shirin Ebadi (Iran) - pemenang Nobel Perdamaian,
  • Muhammad Yunus (Bangladesh) - pemenang Nobel Perdamaian, 
  • Mikhail Gorbachev (Russia) - pemenang Nobel Perdamaian, 
  • Jimmy Carter (USA) - pemenang Nobel Perdamaian,
  • Angelina Acheng Atyam - aktivis hak anak, Uganda), 
  • Waris Dirie - supermodel dan aktivis hak perempuan Somalia, 
  • Roland Emmerich - Sutradara Hollywood dan produser asal Jerman,
  • Carolyn Gomes - aktivis HAM, Jamaica,
  • Juanes - bintang pop dan aktivis perdamaian, Colombia,
  • Somaly Mam - aktivis hak HAM, Cambodia,
  • Paikiasothy Saravanamuttu - aktivis HAM, Sri Lanka,
  • Jimmy Wales - pendiri Wikipedia, USA, 
Para desainer grafis papan atas dunia:
  • Ahmad Humeid (Jordan), 
  • Javier Mariscal (Spain), 
  • Erik Spiekermann (Germany) 
Para pejabat negara juga ikut terlibat, seperti menteri luar negeri asal Kanada, Bosnia Herzegovina, Chile, Jerman, Mauritius, Senegal, Singapura, dan Uruguay.

Layakkah karyanya?

Karya ini terpilih dari 10 finalis yang sudah divoting secara online sebelumnya. Dari tepatnya 15,396 karya yang masuk, dilakukan voting secara bertahap dan akhirnya menghasilkan 10 finalis tersebut. Berikut adalah 10 finalis yang masuk grand final pemilihan:


Ada satu karya dengan gagasan yang mirip, karya berjudul "My Right". Sewaktu pemilihan dengan voting online, karya ini mendapat perhatian besar. Tapi kalau membandingkan keduanya, antar yang menang dengan karya tersebut, secara artistik memang lebih menonjol "Free as A Man". Logo lainnya tampak rumit, memiliki kecenderungan etnis tertentu, dan beberapa lagi agak mirip dengan citra logo brand lain. Yang cukup unik, hampir semua karya didominasi warna biru.

Dari blog underconsideration.com, para komentator melihat logo pemenang ini memang lebih baik dalam hal eksekusi, tetapi lebih mirip belati atau bilah pisau daripada bulu burung atau jari tangan manusia. Kesan lembut pada bulu atau kelentikan jemari manusia memang tampak kurang menonjol. Sebuah kritik yang fair, begitu bukan?

Apapun itu, logo ini sudah resmi menjadi logo gerakan hak asasi manusia internasional. Jika membutuhkan artwork-nya, silakan unduh file aslinya di halaman ini: humanrightslogo.net/pages/press. Di sana sudah disediakan beragam format logo sesuai kebutuhan. Yang belum ada adalah manual penggunaan logo ini, apa yang boleh dan tidak boleh, bagaimana implementasinya pada beragam background media, dll. Kita tunggu saja.

Berikut adalah foto-foto pemilihannya:






"Only Love" yang Bikin Hidup Kelap-kelip

at 9/17/2011 View Comments

What da you think....?

Hahaha posting kali ini judulnya menghibur para awak arakan lebah 'yang muda yang bercinta'. Selain itu, seperti biasa, mungkin bisa menginspirasi kawak-kawak sekalian dalam berkarya animasi stop motion. Rasa dan teknis gambar sederhana yang kompak bisa bikin karakter sang vokalis begitu hidup... bravo!



Selamat menikmati malming cuy :D

Trik Presentasi di TEDx ala Nancy Duarte

at 9/09/2011 , , View Comments



Ini dari Nancy Duarte, yang akhir tahun lalu membuat Presentasi di TEDxEast. Presentasi yang baik, menentukan apakah sebuah ide bisa diterima atau tidak, terlepas apakah ide itu hebat atau biasa saja. Dalam presentasi ini Nancy Duarte menggunakan hasil analisis terhadap dua presenter hebat, Steve Jobs dan Martin Luther King, Jr. Analisisnya menyatakan adanya suatu pola yang hampir sama dalam presentasi mereka.

Pola inilah yang dipresentasikannya kali ini. Yang menarik, ia juga membicarakan sedikit rahasia hidupnya. Bagaimana ia menghadapi persoalan pribadi yang cukup kompleks, hingga ia menjadi sekarang. Ia lalu menyimpulkan, orang sering terhambat oleh pikirannya sendiri, tak berani memperjuangkan ide yang digagasnya. Presentasi bagi Duarte adalah sebuah jalan untuk memperjuangkan ide-ide tersebut.

Bagaimana Duarte mempersiapkan presentasinya? Di blog-nya, ia membuka rahasia tentang persiapannya sebelum presentasi di TEDx ini. Ada sepuluh langkah yang dijelaskannya.

  1. Mencetak slide presentasinya dalam thumbnail berisi 9 slide per halaman. Thumbnail ini penting untuk dijadikan panduan dalam mengoreksi apa saja yang akan disampaikan, dan membuat perbaikan yang perlu. Karena TED biasanya memberi waktu kuran glebih 15-18 menit, Duarte memangkas jumlah slide untuk menyesuaikan dengan waktu yang diberikan.
  2. Gali umpan balik. Bekerja dengan tim, ia menggali umpan balik berdasarkan slide presentasi yang telah dibuatnya. Umpan balik yang jujur, kritikan yang dapat memperbaiki slide akan sangat diperlukan. Setelah 3-4 kali diskusi, barulah ia membuat slide presentasi yang siap digunakan.
  3. Berlatih mempresentasikan. Setelah selesai dengan slide, berikutnya ia berlatih untuk mempresentasikannya. Umpan balik lagi-lagi sangat diperlukan untuk membangun urutan penyampaian yang baik, dan komunikatif.
  4. Memperjelas detil argumen. Presenter biasanya merasa menguasai setiap slide hingga lupa bahwa khalayak belum tentu memiliki pemahaman yang sama. Pada tahap ini, Duarte membuat detil setiap argumen sejelas mungkin, menitikberatkan pada 'Why', dan bukan pada 'How'.
  5. Berlatih dengan hitungan waktu maju. Setelah materi cukup matang, ia mencoba mempresentasikannya dengan hitungan waktu. Kali ini, dicoba dengan menghitung total waktu yang dihabiskan untuk presentasi.
  6. Berlatih dengan hitungan waktu mundur. Selanjutnya, presentasi dicoba dengan hitungan mundur. Dengan waktu sekitar 18 menit yang ia miliki, ia coba mempresentasikan materinya. Di sini, catatan mengenai bagian yang berlebihan akan mendapat catatan untuk diperbaiki. Presentasi harus menyesuaikan dengan waktu yang tersedia, tetapi mampu menyampaikan semua ide dengan jelas dan meyakinkan.
  7. Mencatat setiap langkah. Dalam proses ujicoba, penonton yang akan membantu mencatat pada bagian slide yang mana presentasi sudah berjalan baik, dan bagian mana yang tidak. Catatan slide demi slide perlu dibuat agar perbaikannya juga lebih akurat. Semua perbaikan dapat menyempurnakan naskah presentasi yang akan difinalkan.
  8. Mendokumentasikan proses latihan. Dokumentasi dengan kamera video membantu presenter dalam memperbaiki penampilannya di panggung, terutama karena nanti akan ada kamera beneran yang merekam kegiatan presentasi. Ada orang yang agak kikuk di depan kamera, meski terbiasa berhadapan dengan khalayak presentasi.
  9. Latihan terakhir. Di saat terakhir sebelum naik panggung, ia tetap melakukan latihan. Ini dilakukan untuk memastikan semua persiapan presentasi sudah mengantisipasi berbagai hal yang dicatat selama latihan sebelumnya. Latihan terakhir ini akan memberi kepercayaan diri nanti ketika sudah di panggung.
  10. Mempersiapkan dua titik penutup presentasi. Ini trik yang menarik. Meskipun latihan sudah dilakukan berulangkali, sesuatu bisa saja terjadi. Nah, untuk mengantisipasinya, ia mempersiapkan dua titik penutup presentasi yang harus tampak alami. Jika titik kedua gagal dipresentasikan karena waktu habis, presentasi tetap bisa ditutup dengan alami dengan titik pertama. Jangan sampai presentasi tampak terpotong, sehingga akhir presentasi tidak mencapai klimaks.


Beberapa sumber lain yang menarik untuk disimak dalam hal presentasi:
  • Nancy Duarte | Book: Slide:ology | Site: http://www.duarte.com . Duarte adalah pelatih, yang mengadakan workshop secara rutin. Web-nya berisi berita tentang workshop yang pernah ia buat, dan beberapa news & tips, dan tentang riwayat Duarte sendiri. 
  • Garr Reynold’s | Book: PresentationZen | Tips: http://www.garrreynolds.com. Garr Reynolds, penulis buku presentasi "Presentation Zen" yang terkenal. Bukunya merupakan sumber referensi presentasi yang sangat praktis, mudah dipahami karena banyak contoh secara visual. Dalam web-nya banyak diisi ulasan tentang presentasi, baik dari sisi teknis maupun filosofis.
  • Speaking.Alltop. Merupakan agregasi dari berbagai sumber tentang presentasi, khas Alltop.com.
  • Slideshare (Join the Slideshare VizThink Group!). Adalah kumpulan presentasi oleh pengguna, yang secara reguler juga mengadakan lomba. Banyak sekali contoh presentasi yang bagus di sana.
  • Anime in PowerPoint. Berisi tips-tips membuat animasi di PowerPoint.
  • Games in PowerPoint. Berisi karya-karya Ted Thayer dalam hal PowerPoint Games.


Iklan dengan teknik stop motion ini mendapat pujian dimana-mana. Sebagai produk makanan cepat saji yang biasanya masuk kategori junk food, iklan ini masuk perkecualian. Dalam website-nya, chipotle.com mereka menyatakan sebagai Food With Integrity. Di sana dijelaskan, "It means that we support and sustain family farmers who respect the land and the animals in their care. It means that whenever possible we use meat from animals raised without the use of antibiotics or added hormones." Nah!

Fastcompany.com yang menulis tentang iklan ini, melukiskan misi Chipotle ini sebagai berikut:

It may ring a little false that an enormous fast food chain is trying to end factory farming, but Chipotle often puts its money where its mouth is. It buys more naturally raised meat than any other restaurant company in the country. And this summer, the company committed to using more than 10 million pounds of local produce in its restaurants.

Inilah integritas yang dimaksud Chipotle. Mereka berambisi mengembalikan peternakan untuk bahan makanan cepat saji mereka pada cara-cara yang alami, bukan penuh rekayasa dengan bahan kimia. Binatang ternak tidak lagi dikurung dan dicekoki makanan suplemen seperti pabrik manufaktur. Kepedulian ini kemudian dikemas dalam iklan yang lebih mirip film kartun, dengan teknik stop motion buatan Johnny Kelly.

Ia adalah desainer kelahiran Irlandia, sekolah desain grafis di Dublin Institute of Technology sebelum akhirnya menekuni animasi di The Royal College of Art dan mendapat penghargaan dari Conran Foundation Award by the Provost, Sir Terence Conran. Film animasi untuk tugas akhirnya, Procrastination memenangkan Jerwood Moving Image Prize 08, dan Best Animation, NYC Shorts 08.

Ia pernah menjabat sebagai New Director Showcase di Saatchi & Saatchi, dan sempat mendapat penghargaan Best New Director pada tahun 2007 dari Shark Awards di Kinsale. Ia kini bergabung dengan Nexus Productions sejak tahun 2007, dan telah menyutradarai beberapa iklan termasuk untuk Adobe, UN, BMW, Bacardi dan Google.

Menggunakan slogan dari salah satu bagian syair lagu Coldplay, 'The Scientist', "Back to Start", film kartun pendek Chipotle ini menceritakan bagaimana para peternak kembali mengolah peternakan mereka dengan cara 'lama'. Lagu itu sendiri dinyanyikan oleh Willie Nelson, bukan versi aslinya oleh Coldplay. 

Apa yang dilakukan Chipotle, mengingatkan kita pada isu Do Good Design. Isu keberlanjutan alam yang juga mereka usung, ternyata bisa bersinergi dengan restoran cepat saji, yang biasanya terkenal dengan citra buruknya. Semakin menarik, karena upaya serius ini justru menjadi nilai tambah mereka dibandingkan restoran yang lain. Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, dan konsumen yang semakin cerdas, nilai tambah positif semacam ini jelas dibutuhkan. Iklan, tidak saja sekedar menawarkan harga murah, tetapi juga membawa misi yang mengetuk hati konsumennya.

Proses pembuatannya kartun animasi ini dimuat di Flickr.com, dalam serial foto yang bisa dilihat di bawah ini:


Created with Admarket's flickrSLiDR.

Obama Advertising Campaign

at 9/01/2011 , , View Comments

Obama "Change we can believe in" poster!
Flickr.com
Kampanye calon presiden Barrack Obama (waktu itu masih calon) memang salah satu kampanye politik tersukses. Pemanfaatan teknologi, dan pemilihan strategi yang tepat, telah membawa Barrack Obama -seorang keturunan Afro-Amerika- menjadi orang nomor satu di negara adikuasa itu.

Menurut presentasi di bawah ini, kampanye Obama dibangun berdasarkan model kampanye hirarki efek, yang sudah cukup dikenal luas. Teori dasarnya terdiri dari sekuen atau tahapan pengalaman psikologis yang seharusnya dialami konsumen, ketika menerima informasi melalui sebuah kampanye.

Urutan pengalaman yang dibuat untuk kampanye ini adalah: Awareness, Interest, Preference, Conviction, Action, dan Satisfaction.  Awareness yang ingin dibangun adalah pesan tentang Obama sebagai Hope, harapan baru bangsa Amerika dalam situasi krisis mereka saat itu. Interest dibangun melalui pesan Changed We Need, yang kira-kira menyatakan bahwa Obama akan membawa perubahan yang dibutuhkan Amerika.

Preference dibentuk dengan pesan Stand for Change, yang dibuatkan menjadi lagu kampanyenya. Lagunya masih bisa dilihat di Youtube, We Stand for Change. Tahap selanjutnya, Conviction dibangun   dengan pesan Yes, We Can. Sampai tahap ini, pesan-pesan kampanye seharusnya membuat khalayak lebih yakin bahwa Obama-lah orang yang dapat membawa perubahan bagi Amerika.

Action yang diharapkan kemudian adalah, Change we can believe in. Pada tahap ini, aksi yang dimaksud baru pada tahap mengubah kepercayaan, keyakinan terhadap subyek kampanye, Obama. Karena ini adalah kampanye pemilu presiden, aksi yang diharapkan pada akhirnya adalah masyarakat memilih Barrack Obama sebagai presiden AS berikutnya. Dan akhirnya, memang Obama menang.

Tahap terakhir, adalah Satisfaction. Pesan kepuasan yang ditawarkan dalam kampanye ini adalah Change has come to Amerika.  Dengan memilih Obama, masyarakat digiring pada perasaan seolah-olah perubahan itu sudah datang. Padahal ini baru pada tahap memilih. Tapi, itulah cara kerja 'iklan'. Faktanya, kampanye ini sukses mendudukkan Obama menjadi Presiden AS, periode 2008-2012. Saat ini, ia sudah mulai menjalani kampanyenya untuk naik lagi pada pemilihan tahun 2012.