Melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang 5 hal salah kaprah tentang branding (tulisan sebelumnya bisa dibaca disini), ijinkan Saya mengutip kata-kata dari Pak Mendiola B. Wiryawan Brand
ibarat matahari. Matahari yang sama, yang bersinar setiap hari,
memiliki arti yang berbeda untuk setiap orang. Untuk sebagian orang
berarti panasnya, sebagian lagi melihat terangnya, warnanya, energinya,
indahnya, sisi mitos spiritualnya, nilai filosofinya, dsb.
Namun semua
itulah yang membentuk konsepsi utuh sebuah identitas bernama ‘matahari’.
Demikian juga Brand. Terdapat banyak persepsi terhadap brand,
yang dilihat dari berbagai kacamata profesi dan posisi berbagai pihak.
Bagi seorang konsumen, brand adalah A. bagi seorang marketer, brand
adalah B. Bagi pengusaha, C, bagi desainer, D, dst. Namun semua pendapat
inilah yang membentuk konsepsi utuh sebuah brand.
Tiga point berikutnya dari 5 hal salah kaprah tentang branding yang perlu kamu ketahui adalah:
BRANDING ITU BERIKLAN SECARA INTENSIF
Banyak yang beranggapan, membuat strategi komunikasi publik,
menerbitkan logo, beriklan, melakukan activation, ber-public relation,
adalah branding, atau setidaknya bagian terpenting dari branding. Padahal, branding yang sebenar-benarnya adalah internalisasi. Kalau orang di dalam perusahaan sudah paham dan menghayati konsep brand, maka mudah sekali melakukan eksternalisasi. Banyaknya program komunikasi eksternal jadi salah arah, karena manager brand
belum sepenuhnya paham arti brand yang dikelolanya sesungguhnya. Atau
makin diperparah, dengan redaksi yang belum definitif atau masih ragu
dengan arah visi brand-nya. Kan jadinya karyawan di bawahnya melakukan
sesuatu yang salah arah dari awal. Kan jadinya branding itu cuma di permukaan luar, di dalamnya tidak tergarap.
Apalagi zaman sekarang informasi tidak dapat dibendung. Kalau ada
pihak internal yang menyebar citra perusahaan yang jelek, maka citra
brand akan cepat sekali menjadi buruk. Lewat email, media sosial atau
berita di internet, pemburukan itu bisa terjadi hanya dalam hitungan
hari, bahkan jam. Internal adalah duta brand, orang luar akan percaya sekali dengan
orang dalam, apalagi orangnya terpercaya.
BRANDING ITU BISA DIPELAJARI DI SEKOLAH
Secara teori, branding mungkin bisa dipelajari di sekolah, tetapi pelajaran branding
yang utama adalah di luar sekolah, di masyarakat. Bagaimana cara
memahami dinamika psikologi dan persepsi manusia, individu dan
masyarakat, memahami seluk beluk proses membuat perusahaan, memahami
cara membuat simbol yang efektif, dll. Pokoknya semua yang hanya bisa
dipelajari dengan melakukannya, secara nyata lengkap dengan resikonya.
Mahasiswa yang belum pernah mengelola entitas (bentuknya bisa organisasi
atau usaha) akan kesulitan memahami teori branding. Jadi biasanya akan terjebak hanya bikin logo, atau paling jauh bikin rasionalisasi logo dan implementasinya.
Tetapi di lain hal dan di luar sekolah, praktisi yang tidak terbiasa membuat kode-kode simbol, juga akan kesulitan mempraktikkan branding,
karena setelah strategi terwujud, ujung-ujungnya harus dibuat konsep
dan bentuk simbolnya. Simbol itu bisa berupa verbal dan visual, misalnya
berupa strategi pesan, nuansa/karakter pesan, dan tentu saja logo.
BRANDING ITU MAHAL
Prinsipnya, branding itu adalah proses perancangan, proses memikirkan dulu semuanya sebelum melakukan sesuatu. Kalau dilakukan dengan benar, branding itu adalah program efisiensi. Justru mereka yang membuat keputusan bisnis tanpa prinsip branding,
harus siap-siap menanggung risiko. Termasuk keluar biaya besar tanpa
ada efeknya. Jadi, lebih murah mana? (Sumber: Versus- Issue 01.08)
Apa yang bisa kita serap dari 5 hal salah kaprah ini? Jadi, entitas
apapun, bisa perusahaan komersil, yayasan, non-profit, LSM bahkan
personal, sebaiknya memikirkan identitas diri, mengelola program
simbolisasi yang mudah diberi perhatian dan dimengerti publik, terutama
target pemerhatinya. Dan jangan lupa, branding digunakan semaksimal mungkin demi kesejahteraan pihak internalnya.
Terakhir saya kutipkan dari Tom Peters (Management Guru) “Mengesampingkan usia, mengesampingkan posisi, mengesampingkan bisnis
yang kita geluti, semua orang perlu memahami pentingnya branding.
Kita semua adalah CEO dari perusahaan kita sendiri bernama: ‘Saya’.
Untuk berkecimpung dalam bisnis saat ini, tugas terpenting kita adalah
untuk menjadi kepala pemasaran dari brand yang disebut ‘dirimu’.
Buat yang mau belajar tentang Branding, hari Senin (23/9/2013) Creasionbrand.co.id
akan mengadakan Bizzdate dengan tema “THE RISE OF TRANSMEDIA
ENTERTAINMENT”. GRATIS!! Hanya untuk 15 orang. Silahkan lihat infonya disini.
Berikutnya masih di hari Senin (23/9/2013) dan masih ngebahas tentang
Branding, kali ini dari GIMBFOUNDATION.org dengan tema “All about
Branding”. GRATIS!! Hanya untuk 50 orang. Silahkan lihat infonya disini.
Tentang penulis silahkan kunjungi rumahnya disini.
